Viral di Media Sosial

Update Polemik Cerdas Cermas MPR: Tak Ada Final Ulang, Josepha Alexandra Ditawari Jadi Duta Lomba

Polemik  yang timbul akibat pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR tingkat Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) 2026 telah berakhir.

Tayang: | Diperbarui:
Kompas.com/Rahel dan MPRGOID
NASIB BERBEDA - Peserta Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Kalimantan Barat, Josepha Alexandra, justru mendapat banyak dukungan dan peluang baru setelah videonya memprotes keputusan juri viral di media sosial. Di sisi lain, dewan juri dan MC acara, Shindy Lutfiana, kini menghadapi gugatan hukum buntut polemik tersebut. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Polemik  yang timbul akibat pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR tingkat Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) 2026 telah berakhir.

MPR memutuskan tak ada final ulang setelah jalan keluar yang mereka siapkan itu ditolak oleh dua peserta lomba, yakni SMAN 1 Pontianak dan SMAN 1 Sambas.

"Mereka sama-sama mendukung untuk tidak perlu ada lomba ulang. Dan hari ini kita rapat, tadi dengan pimpinan MPR lengkap, memutuskan bahwa kita mengikuti apa yang sudah disampaikan kedua sekolah ini," kata Ketua Badan Sosialisasi MPR Abraham Liyanto dalam jumpa pers di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026).

Meski final ulang urung digelar, MPR berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan LCC 4 Pilar ke depannya.

Bahkan, juri yang melakukan aksi kontroversial pada LCC 4 Pilar kemarin, ke depannya tidak akan dilibatkan lagi.

"Termasuk mengevaluasi juri, tidak dilibatkan kembali. Oleh karena itu mungkin itu bisa menjadi jawaban terhadap kegiatan LCC yang sebelumnya menjadi kegaduhan di publik," ujar Wakil Ketua MPR Abcandra Muhammad Akbar Supratman.

"Yang jelas sampai dengan hari ini, kami tidak ada pembahasan mengenai sampai kapan (di-blacklist dari juri LCC). Tetapi yang jelas karena ini sudah menjadi sanksi sosial di publik," imbuh dia.

Akbar mengatakan, MPR telah membaca seluruh aspirasi masyarakat atas kegaduhan yang terjadi akibat kontroversi dalam final LCC 4 Pilar Kalbar.

Aksi juri yang menyalahkan jawaban SMAN 1 Pontianak, tetapi membenarkan SMAN 1 Sambas, dinilai sangat melukai hati masyarakat.

Pakar hukum jadi juri

Menurut Abraham Liyanto, dewan juri untuk LCC 4 Pilar tidak akan melibatkan unsur internal MPR lagi ke depannya. 

Sebab, kata Abraham, dewan juri pada LCC 4 Pilar selanjutnya akan berasal dari pakar hukum tata negara.

"Dewan juri kita akan melibatkan pakar hukum tata negara di setiap provinsi," ujar Abraham.

Selanjutnya, MPR juga meminta anggota MPR dari masing-masing dapil untuk hadir jika ada LCC 4 Pilar yang diselenggarakan di suatu provinsi.

Abraham menyebutkan, kehadiran anggota MPR diperlukan untuk memberikan semangat kepada anak-anak sekolah yang bertanding.

"Jadi, 732 anggota, apabila ada kegiatan lomba cerdas cermat itu di tingkat provinsi tersebut, maka semua anggota yang mewakili dapil itu kalau bisa hadir memberikan support, tetapi tidak boleh menjadi juri," kata dia. 

 Josepha ditawari jadi duta LCC 

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved