Viral di Media Sosial

Silfester Matutina Disebut Hanya Termul, Sri Radjasa Chandra: Bukan Levelnya Soenarko

Mayjen TNI (Purn), Soenarko tak ingin meladeni relawan Jokowi, Silfester Matutina yang menghina dan merendahkannya.

|
YouTube Hersubeno Point dan Kompas.com/Adhyasta Dirgantara
RESPONS UNTUK SILFESTER - Eks anak buah Soenarko, Kolonel TNI (Purn) Sri Radjasa Chandra mengatakan Soenarko ogah meladeni Silfester Matutina lantaran tak selevel. (YouTube Hersubeno Point dan Kompas.com/Adhyasta Dirgantara). 

TRIBUNJAKARTA.COM - Mayjen TNI (Purn), Soenarko, sudah melihat video hinaan serta tuduhan terhadap dirinya yang dilakukan oleh relawan Jokowi dan Gibran, Silfester Matutina

Namun, Soenarko tak ingin meladeni Silfester. 

Hal itu disampaikan oleh eks anak buah Eks Danjen Kopassus tersebut, Kolonel TNI (Purn), Sri Radjasa Chandra

Menurutnya, mantan atasannya itu tak ingin menyerang balik Silfester karena bukan levelnya. 

"Sudah (Soenarko lihat videonya), responsnya pertama kali bukan kaget ya, melihat ini sebagai suatu hal yang tidak mengedepankan demokrasi. Walaupun Pak Narko tentara loh, saya juga tanda kutip katakan, 'aduh repot juga ini bukan level saya, oke pak saya bilang biar saya saja yang menghadapi', ujar Sri Radja kepada Soenarko seperti dikutip dari Hersubeno Point yang tayang pada Kamis (10/7/2025). 

Selain itu, Soenarko, kata Sri Radja, tidak berminat untuk mengambil langkah hukum. 

Ia lebih memilih diam ketimbang meladeni Silfester.

Sebab, Soenarko melihat Silfester bukan lah siapa-siapa. 

"Perilaku dia (Silfester) selalu seperti itu, mencoba menjadi jagoan, tapi orang nganggap dia bukan siapa-siapa. Kalau pun direspons terbentuk opini Silfester memang jagoan, tapi ketika Pak Narko diam bukan berarti takut tapi menghindari terjadi sesuatu yang lebih besar," katanya. 

Sebut termul

Sri Radjasa pun menyebut Silfester Matutina hanya mengarang soal tuduhan makar yang dilakukan Soenarko

Menurut Sri Radja, kasus makar yang pada 2019 sempat dituduhkan kepadanya merupakan upaya kriminalisasi terhadap Soenarko.

Pernyataan Silfester pun tidak berdasar.

"Jadi salah besar ketika Silfester mengatakan Pak Narko ditangkap karena makar, enggak ada itu ngarang. Saya pikir itu satu pernyataan yang tidak mengedepankan fakta. Biasa kalau termul (ternak Mulyono) itu kan begitu," ujarnya. 

Ia memberikan klarifikasi bahwa Soenarko, kala itu, menyuarakan keadilan terhadap pemerintahan Jokowi yang tidak pro rakyat. 

Video Soenarko yang kala itu mengkritik keras pemerintahan Jokowi dan terkesan mengancam negara tersebar. 

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved