MUI dan Aliansi Bela Palestina Serukan Solidaritas untuk Jurnalis yang Gugur di Gaza 

MUI dan ARI BP menggelar aksi solidaritas untuk para jurnalis yang gugur akibat agresi militer Israel ke Gaza, Palestina. 

Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/ELGA PUTRA
SOLIDARITAS JURNALIS - Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama Aliansi Rakyat Indonesia Bela Palestina (ARI-BP) menggelar aksi solidaritas untuk para jurnalis yang gugur akibat agresi militer Israel ke Gaza, Palestina.  

Laporan Wartawan TribunJakarta.com Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM - Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama Aliansi Rakyat Indonesia Bela Palestina (ARI-BP) menggelar aksi solidaritas untuk para jurnalis yang gugur akibat agresi militer Israel ke Gaza, Palestina. 

Aksi ini menjadi seruan awal untuk menghentikan kekejaman yang dianggap sudah melewati batas kemanusiaan.

Diketahui, lima jurnalis tewas pada 10 Agustus 2025 usai tenda jurnalis yang terletak di sekitar Rumah Sakit Al-Shifa, Gaza Utara dibom oleh Israel.

Sekretaris ARI-BP, Oke Setiadi, menegaskan bahwa pembunuhan terhadap jurnalis di Gaza merupakan bukti nyata kegagalan penjajah untuk membungkam kebenaran.

"Banyaknya kekejaman terhadap para jurnalis, khususnya di Gaza, membuktikan kegagalan penjajah membungkam kebenaran,"  tegas Oke dalam acara solidaritas yang digelar di kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat, Kamis (14/8/2025).

"Dan kebenaran itu adalah genosida, kekejaman, dan bentuk penghinaan terhadap nilai-nilai kemanusiaan," sambungnya.

Dalam kesempatan itu, Oke mewakili Ketua MUI Bidang Hubungan Internasional, KH Sudarnoto, menyatakan bahwa aksi ini merupakan titik awal. 

Ia mendesak agar pemerintah Indonesia tidak tinggal diam dan menekankan bahwa solidaritas terhadap jurnalis internasional harus tetap menjadi perhatian utama.

"Kami tidak bisa tinggal diam melihat pelanggaran kemanusiaan seperti ini. Harapan kami, setelah ini ada tindakan nyata secara hukum internasional untuk menghentikan genosida di Gaza," ujarnya.

Oke juga menyindir dukungan Amerika Serikat terhadap Israel. 

Menurutnya, dukungan tersebut justru menjadi kerugian besar bagi Amerika sendiri secara moral dan diplomasi global.

Sementara itu, Ketua Komite Pelaksana ARI-BP, Zaitun Rasmin menyoroti bagaimana jurnalis menjadi target dalam serangan Israel. 

Ia menyebut pembunuhan terhadap awak media merupakan usaha sistematis untuk membungkam suara kebenaran.

"Zionis bukan hanya membantai perempuan dan anak-anak, tapi juga membunuh jurnalis dan tenaga medis. Mereka ingin membunuh kebenaran, agar hanya suara mereka yang terdengar," tegasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved