5 Fakta Pelajar Niat Demo Buruh di DPR Hari Ini: Bawa Anak Panah, Isi Grup WA 'Sudah Siap Tempur?'

Lima fakta pelajar niat demo di DPR RI hari ini, Kamis (28/8/2025). Berangkat pagi buta bolos sekolah, bawa anak panah.

Wartakotalive/Ramadhan LQ/TribunJakarta/Istimewa
PELAJAR IKUT DEMO - Sebanyak 30 pemuda yang turun dari commuter line diamankan aparat di Stasiun Palmerah, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025). Satu pelajar yang hendak demo di depan Gedung DPR RI ketahuan membawa panah di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Polisi mengamankan ratusan pelajar yang berniat ikut aksi demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat pada Kamis (28/8/2025).

Tak hanya itu, puluhan pelajar juga diciduk saat turun dari Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Palmerah.

Para pelajar itu berangkat pagi buka demi mengikuti aksi demonstrasi. Bahkan mereka mengaku sebagai buruh demi ikut unjuk rasa.

TribunJakarta.com merangkum lima fakta pelajar niat ikut demonstrasi di Gedung DPR RI:

1. Diciduk di  Stasiun Palmerah

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Polisi kembali mengamankan puluhan pelajar yang hendak mengikuti aksi demo di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025).

Sebanyak 53 pelajar yang mengenakan seragam sekolah itu diciduk di Stasiun Palmerah.

"Dari Stasiun Palmerah, ada 53 pelajar diamankan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi.

Sedangkan dikutip dari Wartakota, lebih dari 30 pemuda diamankan aparat keamanan setelah turun dari kereta di Stasiun Palmerah, Jakarta Barat, Kamis (28/8/2025).

Mereka diduga hendak mengikuti aksi demonstrasi buruh di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat.

Para pemuda juga diketahui membawa sejumlah barang mencurigakan seperti petasan dan perlengkapan untuk mengantisipasi gas air mata.

"Tadi sudah ada yang dibawa ke mobil sekitar 30an, ini tinggal sisa 8 orang di sini (Stasiun Palmerah)," ujar seorang polisi, kepada Warta Kota.

Pelajar itu tampak masih mengenakan seragam sekolah putih abu-abu.

Mereka tengah diinterogasi sebelum nantinya dibawa ke Polda Metro Jaya.

2. Bawa Panah

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi mengungkapkan, polisi mengamankan satu orang pelajar yang membawa panah di Stasiun Tanah Abang.

"Satu pelajar diamankan dari Stasiun Tanah Abang membawa sembilan busur panah," ungkap dia.

Ade Ary menuturkan, para pelajar tersebut mengaku mendapat ajakan untuk ikut unjuk rasa dari media sosial.

"Dari mana mereka dapat informasi ini mereka dapat informasi? Mereka mengaku dari media sosial, ada ajakan dan provokasi media sosial," tutur Kabid Humas.

Selain itu, ratusan pelajar tersebut juga bolos sekolah dan tidak izin kepada orangtuanya untuk ikut aksi demo di DPR.

"Mereka sebagian berseragam tidak izin orangtuanya, bolos di jam pelajaran. Ini menjadi keprihatinan dan perhatian kita bersama," ujar Ade Ary.

Nantinya, polisi akan meminta orangtua para pelajar untuk datang dan menjemput anak-anaknya. Pihak sekolah juga akan dipanggil untuk memberikan edukasi kepada para siswanya.

"Terhadap pelajar ini kami menggandeng stakeholder dari dinas terkait, menghubungi pihak sekolah juga, kemudian juga pihak orang tua juga akan hubungi untuk dilakukan edukasi yang tujuannya melindungi anak," ucap Ade Ary.

Adapula puluhan pemuda yang diciduk di Stasiun Palmerah. Dikutip dari Wartakota, mereka tengah diinterogasi sebelum nantinya dibawa ke Polda Metro Jaya.

Sebagian besar pemuda tersebut berasal dari Tangerang, Parung, dan Jakarta Selatan. 

"Mereka baru turun dari kereta, begitu keluar langsung diamankan," ucap polisi tersebut.

Saat tas mereka digeledah, ditemukan petasan, kacamata goggles anti gas air mata, dan odol.

Selain membawa barang-barang tersebut, beberapa dari mereka diketahui tergabung dalam grup percakapan WhatsApp yang berisi pesan-pesan provokatif. 

"Ada tulisan di grup seperti 'sudah siap tempur belum?' Grup-grupnya banyak sekali," tambahnya.

Sebagian dari pemuda yang diamankan diketahui bukan pelajar. Salah satu dari mereka mengaku sudah lulus sekolah, tetapi mengaku sebagai buruh.

Petugas menduga mereka terpengaruh ajakan yang beredar di media sosial dan ikut aksi tanpa pemahaman yang jelas. 

"Mereka mengetahui dari medsos, cuma ikut-ikutan. Ada yang bukan pelajar, dia udah lulus, tapi dia cuma ikut-ikutan, dia mengaku sebagai buruh," kata seorang polisi. 

3. 120 Pelajar Diringkus

Sebanyak 120 pelajar diamankan saat akan ikut aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025) pagi. 

Mereka masih mengenakan seragam sekolah dan diketahui berangkat ke Jakarta tanpa seizin orang tua.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi mengatakan para pelajar ini mengaku dapat ajakan aksi demo buruh melalui media sosial. 

Mereka berangkat dari berbagai daerah sekitar Jakarta, seperti Bekasi, Tangerang, Depok, dan bahkan dari Purwakarta, Cianjur, Indramayu, dan Cirebon.

"Mereka berangkat dari rumah sangat pagi, sebagian besar pelajar bahkan tidak pamit ikut aksi, melainkan pura-pura ke sekolah," kata Ade Ary.

Hasil interogasi awal menunjukkan bahwa sebagian besar pelajar mengetahui ajakan aksi dari media sosial.

Mereka tidak mengetahui siapa yang mengoordinasi ajakan tersebut, dan hanya ikut demo tanpa memahami isu yang diangkat dalam unjuk rasa.

Sejauh ini belum ditemukan ada barang berbahaya yang dibawa para pelajar

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kemungkinan pihak yang mengoordinasi keterlibatan pelajar dalam aksi buruh tersebut.

Diketahui sebelumnya, di Kabupaten Bekasi ada 48 siswa yang berasal dari Bekasi, Indramayu, dan Cirebon, yang disekat masuk ke Jakarta.

Sedangkan di Kota Tangerang ada 11 siswa yang diamankan di kawasan Rincang, Serang. Di Kota Bekasi terdapat 29 siswa berasal dari Cirebon dan Purwakarta.

Sementara di Depok ada 7 siswa, dan di Jakarta Pusat diamankan 25 siswa yang mayoritas berasal dari Indramayu dan Cianjur.

Padahal, aksi demonstrasi hari ini dilakukan kelompok buruh

4. Pelajar Karawang Bolos Sekolah

Sebanyak 44 pelajar SMK Karawang yang bolos sekolah diamankan polisi. Mereka akan berangkat ke Jakarta untuk ikut unjuk rasa.

Pelajar dari berbagai sekolah di Karawang itu menumpang kendaraan truk. Mereka terjaring di perbatasan Karawang-Bekasi, kamis (28/8/2025).

"Betul, mau ke Jakarta unjuk rasa," kata Kasat Sabhara Polres Karawang, AKP Wahyu Kurniawan, Kamis.

Pelajar-pelajar itu kemudian digiring ke Mapolres Karawang menggunakan mobil truk dalmas untuk dimintai keterangan.

Polisi juga mengamankan empat pelajar yang hendak unjuk rasa ke Jakarta di Stasiun Karawang.

Di lain pihak, Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Hendra Rochmawan, menuturkan polisi telah mengamankan ratusan siswa yang hendak menuju Gedung DPR RI di Jakarta. Mereka yang diamankan berasal dari Bekasi, Indramayu, Cirebon, Purwakarta, Depok, dan Cianjur.

"Telah diamankan para pelajar dari berbagai sekolah yang hendak ikut unras di Jakarta. Sementara masih didata dan diamankan di Pospol Tanjungpura, Karawang," katanya.

5. Polisi Datangi Sekolah di Depok

Polres Metro Depok mengadakan sosialisasi dan himbauan larangan pelajar mengikuti aksi demonstrasi di gedung DPR RI, Jakarta. 

Dalam aksinya, Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Abdul Waras mendatangi sejumlah sekolah di wilayahnya, Kamis (28/8/2025).

Waras berbincang langsung dengan kepala sekolah dan guru agar siswa-siswinya tidak mengikuti aksi demonstrasi

Selain itu, para pelajar, khususnya laki-laki dikumpulkan di aula untuk diberikan himbauan.

“Langkah ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi agar para pelajar tidak ikut serta dalam aksi unjuk rasa yang digelar di Jakarta,” kata Waras.

Pihak kepolisian bersama pihak sekolah juga melakukan pengecekan terhadap barang bawaan pelajar serta absensi kehadiran guna memastikan tidak ada siswa yang ikut dalam aksi unjuk rasa.

“Apabila terdapat pelajar yang terbukti ikut serta dalam aksi unjuk rasa, maka akan diberikan sanksi sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.  (TribunJakarta.com/TribunJabar/TribunDepok/Wartakota)

Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel TribunJakarta.com. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved