Wanti-wanti Sekolah, Gubernur Pramono Anung Tegas Larang Pelajar Jakarta Ikut Aksi Demo
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tegas melarang pelajar di ibu kota terlibat dalam aksi demo yang belakangan marak terjadi.
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci
TRIBUNJAKARTA.COM, MENTENG - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tegas melarang pelajar di ibu kota terlibat dalam aksi demo yang belakangan marak terjadi.
Meski unjuk rasa merupakan bagian dari demokrasi, namun pelajar masih berada dalam tanggung jawab lembaga pendidikan dan orangtua.
Untuk itu, Pramono mengaku sudah memerintahkan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta Nahdiana untuk memperketat pengawasan terhadap para murid.
Surat edaran resmi pun sudah dikirim Disdik DKI Jakarta ke seluruh sekolah.
“Walaupun sebenarnya demonstrasi itu bagian dari demokrasi. Tentunya, saya tidak mau masuk dalam wilayah demonstrasinya, tetapi khusus kepada anak-anak yang sekolah di Jakarta saya minta untuk sekolah memberikan pengawasan ketat untuk tidak ikut demo,” ucapnya di Taman Ismail Marzuki (TIM), Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025).
Instruksi ini disampaikan Pramono lantaran ada beberapa sekolah yang memberi kelonggaran, sehingga muridnya terlihat aksi di jalanan.
Untuk itu, Pramono minta Disdik DKI Jakarta melakukan langkah pencegahan agar hal tersebut tak terulang lagi.
“Saya tahu bahwa ada beberapa sekolah yang memang melonggarkan, tidak mengira bahwa kemudian ini dilakukan oleh anak-anak yang di Jakarta,” ujarnya.
Sampai siang ini, Pramono mengaku belum mendapatkan laporan terkait adanya pelajar Jakarta yang terlibat aksi demo di sekitaran Gedung DPR/MPR maupun kawasan Patung Kuda.
Orang nomor satu di Jakarta ini pun berharap dengan adanya pengawasan ini, tidak ada lagi pelajar ibu kota yang terseret dalam aksi demonstrasi.
“Tadi bu Kadisdik sudah melaporkan kepada saya mengenai perkembangan yang ada dan mudah-mudahan nanti kita lihat sampai sore, malam hari ini, mudah-mudahan tidak terjadi seperti yang kemarin,” tuturnya.
Sebagai informasi tambahan, sejumlah pelajar turut serta dalam aksi demo yang digelar di gedung DPR/MPR RI pada Senin (25/8/2025) kemarin.
Aksi demo tersebut pun berujung anarkis lantaran massa aksi membakar satu unit sepeda maupun hingga merusak sejumlah fasilitas umum.
Lurah Manggarai Selatan Muhammad Sidik dan sopirnya yang tengah melintas di Jalan KS Tubun, Tanah Abang, Jakarta Pusat pun sempat jadi sasaran amukan massa.
Kendaraan dinas pelat merah yang digunakan Sidik untuk pulang ke rumahnya pun rusak parah.
Atas tindakan tersebut, sebanyak 351 orang diamankan polisi yang terdiri dari 155 orang dewasa dan 196 anak di bawah umur.
Kini, ratusan anak di bawah umur itu sudah dipulangkan setelah orangtua membuat surat pernyataan.
Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel TribunJakarta.com. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.