DPRD DKI Jakarta Komitmen Penataan Aset Daerah
Menurut Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin, Penataan aset menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kualitas laporan keuangan daerah.
TRIBUNJAKARTA.COM - Pemprov bersama DPRD DKI Jakarta kini semakin fokus pada penataan aset daerah. Hal itu sebagai upaya meningkatkan tata kelola yang transparan dan akuntabel.
Langkah tersebut mencakup inventarisasi ulang, sertifikasi, hingga optimalisasi pemanfaatan aset. Sehingga memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan pendapatan daerah.
Sinergi antara eksekutif dan legislatif sangat krusial. Memastikan setiap pengelolaan aset secara tepat. Dengan begitu, aset tidak terbengkalai. Bahkan, terhindar dari potensi sengketa di masa depan.
Menurut Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin, Penataan aset menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kualitas laporan keuangan daerah.
Karena itu, aset daerah masih menjadi catatan dalam pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.
"Aset daerah masih menjadi catatan dan saat ini terus dibenahi karena jumlahnya bertambah," ujar Khoirudin.
Ia mengungkapkan, DPRD telah membentuk Panitia Khusus (Pansus) Penyerahan Fasilitas Sosial dan Fasilitas Umum (Fasos dan Fasum) untuk mempercepat penataan aset.
"Karena hal ini menjadi isu krusial dalam penataan aset daerah," tutur Khoirudin.
DPRD DKI Jakarta juga terus menindaklanjuti catatan BPK. Meski masih terdapat kendala administratif. Namun sekitar 40 persen aset telah tercatat dengan baik.
"Sisanya masih dalam proses dan perlu pembenahan administrasi," tegas Khoirudin.
Sementara itu, Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) DKI Jakarta Michael Rolandi Cesnanta Brata menegaskan, akan mengoptimalkan penataan administrasi aset. Khususnya terkait fasilitas sosial dan fasilitas umum dari pengembang.
"Penyerahan Fasos dan Fasum akan ditata melalui BPAD dan dilakukan secara tertib oleh masing-masing pengembang," ungkap Michael.
Penertiban administrasi aset merupakan langkah penting. Sehingga tidak kembali menjadi temuan dalam pemeriksaan keuangan.
"Penyerahan kewajiban harus berjalan tertib agar tidak menjadi temuan di kemudian hari," pungkas Michael.
Laporan Keuangan Pemerintah Daerah 2025
DPRD bersama Pemprov DKI komitmen mendukung proses pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun 2025 oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.
| Pengalaman Saat Pandemi, Sejumlah ASN Pemprov DKI Jakarta Siap Ikuti Kebijakan WFH Hemat Energi |
|
|---|
| Pembatasan Media Sosial, Fraksi Golkar DPRD Jakarta Desak Perusahaan Platform Patuhi PP Tunas |
|
|---|
| Ketua DPRD Waswas Stok Pangan Jakarta di Tengah Konflik Global, Minta Pramono Sidak Pasar |
|
|---|
| PSI Minta Pengawasan WFH ASN Pemprov Jakarta Diperketat: Dihubungi Secara Berkala Jadi Opsi |
|
|---|
| JPO Rusak Terminal Kampung Rambutan, Koalisi Pejalan Kaki: Jakarta Gagal Penuhi Syarat Kota Global |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/Ketua-DPRD-DKI-Jakarta-Khoirudin-dan-Gubernur-Pramono-Anung-hadir-pada-kegiatan-entry-meeting.jpg)