5 Langkah Move On yang Baik Agar Kamu Lebih Bahagia

Editor: Ilusi Insiroh
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi Bahagia.

TRIBUNJAKARTA.COM - Sedih saat ditinggalkan pasangan adalah hal wajar yang dialami semua orang.

Ketika bersedih, terkadang orang akan menyalahkan diri sendiri atas apa yang dialaminya.

Bersedih memang wajar.

Nurrani Istri Iqbaal Ramadhan Histeris Video Call Bareng Sosok Ini, Siapa Dia?

Yang tidak wajar adalah ketika Anda berlarut larut dalam kesedihan Anda.

Berikanlah ruang agar Anda dapat menciptakan kebahagiaan untuk diri Anda sendiri.

Dilansir dari psychcentral.com, berikut 5 cara melepas masa lalu agar Anda lebih bahagia.

1. Biarkan Dia Pergi

Membuat keputusan untuk membiarkannya pergi berarti Anda harus meninggalkan semua yang berhubungan dengannya.

Berhenti berhubungan dengannya dan lingkungan sekitarnya. Menjauh darinya adalah cara yang tepat.

jika Anda masih berhubungan dengannya, kecil kemungkinan Anda bisa melupakannya.

Banjir Pujian, Coba Dengar Suara Dua Remaja Asal NTT yang Cover Lagu Lagi Syantik Siti Badriah

2. Lampiaskan Rasa Sakit Anda

Nyatakan segala keluh kesah Anda pada orang terdekat Anda.

Dengan bercerita, maka beban perasaan Anda akan berkurang.

Anda juga dapat menghilangkan rasa sakit Anda dengan bersenang senang.

Pergilah berlibur bersama keluarga atau teman Anda.

3. Berhenti Menyalahkan Orang Lain

Menyalahkan orang lain atas kesedihan Anda adalah hal yang sia sia. Mereka tidak akan memperdulikan kesedihan Anda.

4. Fokus Pada Saat Ini

Lepaskan masa lalu dan jangan menghidupkannya kembali. Ketika Anda fokus dengan kehidupan saat ini, tidak akan ada waktu untuk memikirkan masa lalu.

Sibukkan diri Anda dengan melakukan hal hal yang lebih penting.

Ini Tanda Pasanganmu Siap Melangkah Lebih Serius Berdasarkan Zodiak, Gimana dengan Dia?

5. Maafkan Mereka

Kita memang tidak harus melupakan kesalahan orang lain. Namun setidaknya dengan memaafkan kesalahannya hidup Anda akan lebih tenang.

Untuk apa dendam pada orang lain?

Jika Anda masih dendam, hidup Anda tidak menjadi tenang karena selalu memikirkan masalah tersebut. (Intisari-online.com/Nuzulia Rega) 

Berita Terkini