Setyo menjelaskan pihaknya sudah menurunkan Brimob untuk menjaga di tempat-tempat yang menjadi objek vital kebutuhan masyarakat diantaranya seperti depo BBM, gudang-gudang logistik dan SPBU.
Polri juga berkoordinasi dengan pihak bank di Palu untuk mengerahkan satuan pengamanan perusahaan untuk membantu mengamankan aset mesin-mesin ATM sambil menunggu bantuan personel Polri dari luar Kota Palu.
Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan tindakan penjarahan oleh sejumlah oknum di lokasi bencana gempa bumi dan tsunami di Sulteng termasuk tindak kriminal.
"Ya pastilah kalau ambil barang tanpa hak, dimana pun, tentu tindak kriminal," ujar Kalla.
• Sandiaga Uno Lari Malam Galang Dana Buat Korban Gempa dan Tsunami Palu
• Kemenpora Akan Beri Santunan Kepada Keluarga Atlet Paralayang yang Jadi Korban di Palu
Ia mengatakan, kejadian yang sempat disoroti oleh media internasional tersebut, berlangsung karena kondisi yang mendesak saat itu.
Namun, Kalla menegaskan, tidak ada alasan pembenaran buat seseorang melakukan penjarahan atau mencuri barang yang bukan menjadi haknya.
"Ya pasti tidak boleh dong, masa boleh menjarah. Enggak, enggak boleh, apa pun," tegas dia.
Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut saat ini situasi di wilayah terdampak gempa dan tsunami di Palu dan Donggala sudah terkendali.
Ribuan personel gabungan telah disiagakan di Sulteng. Dan saat ini, angka kriminalitas di Sulteng sudah menurun pasca-terjadi penjarahan barang.
"Situasi sudah terkendali. Sudah banyak pasukan-pasukan dari luar. Brimob juga sudah masuk, maupun TNI. TNI sudah sudah hampir 3.000. Kemudian dari Polri nya hampir 1.500 dari luar. Otomatis dengan kekuatan-kekuatan itu, situasi jauh lebih terkendali," ujar Tito. (tribun network/dit/coz)