Lion Air JT610 Jatuh

Alami Kecelakaan Pesawat 2 Kali dan Wajahnya Hancur, Mantan Pramugari Sempat Kecewa dengan Lion Air

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Laura Lazarus

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Rr Dewi Kartika H

TRIBUNJAKARTA.COM - Mantan pramugari Lion Air Laura Lazarus mengaku mengalami kecelakaan pesawat sebanyak dua kali saat masih bertugas.

Kecelakaan tersebut membuat beberapa bagian tubuh Laura Lazarus hancur, termasuk wajah.

Tak hanya itu Laura Lazarus juga menyampaikan rasa kecewa mendalam pada Lion Air.

Hal tersebut disampaikan Laura Lazarus saat menjadi narasumber di Indonesia Lawyer Club (ILC) Tv One, pada Selasa (30/10/2018).

Namun awalnya Laura Lazarus mengungkapkan rasa duka cintanya kepada penumpang pesawat Lion Air JT610.

Pesawat Lion Air JT610 rute Jakarta-Pangkalpinang yang membawa lebih dari 180 penumpang termasuk pilot, pramugari dan teknisi mengalami kecelakaan pada Senin (29/10/2018).

Pesawat Lion Air JT610 diketahui jatuh di Tanjung Karawang.

Kemudian Laura Lazarus menceritakan pengalamannya saat masih bekerja di maskapai Lion Air.

Kotak Hitam Lion Air JT610 Belum Ditemukan, Pengamat Penerbangan Heran: Apa Artinya?

Tim DVI Kumpulkan Sepatu dari Lokasi Jatuhnya Lion Air JT610 Ambil Sampel Bagian Tubuh Korban

TONTON JUGA

Laura Lazarus mengalami kecelakaan pesawat parah di Solo pada tahun 2004.

Kecelakaan itu adalah yang kedua kali dialami Laura.

Yang pertama di Palembang pada Juli 2004.

Saat kecelawaan di Palembang pesawat keluar dari landasan pacu dan roda depan terbenam di lumpur.

Pesawat yang sama dengan nomor seri yang sama juga yang ia tumpangi saat mengalami kecelakaan di Solo, November 2004.

Dalam kecelakaan kedua ini ia mengalami luka parah.

"Sebagian muka saya hancur dan tulang pipi saya remuk," kata Laura Lazarus.

Panglima TNI Sebut Ada Titik Terang Soal Lokasi Badan Pesawat Lion Air JT610

Mantan Pilot Senior Ungkap Situasi Kokpit yang Semrawut Saat Lion Air JT610 Jatuh, Ini Analisanya

Laura Lazarus pun harus menjalani lebih dari 19 kali operasi untuk memulihkan kondisinya seperti semula.

"Saat itu tangan saya copot, pinggang patah, kaki patah, betis hilang setengah bagian," Laura Lazarus.

Laura Lazarus kini berjalan dengan menggunakan tongkat.

Laura Lazarus sempat dirawat di rumah sakit selama delapan bulan pasca kecelakaan.

Hingga 2017, ia masih menjalani operasi di bagian kaki.

Laura Lazarus mengatakan Lion Air hanya menanggung biaya pengobatan di awal kecelakaan saja.

Usai Tinjau Posko Evakuasi, Panglima TNI Terjun Langsung ke Lokasi Jatuhnya Lion Air JT610

Kesaksian Penumpang Lion Air JT610 Denpasar-Jakarta, Cium Bau Gosong Lalu Lampu Seat Belt tak Padam

"Lion Air itu menanggung (biaya perawatan) pada awal ketika kejadian kecelakaan, delapan bulan awal dia (Lion Air) tanggung. Pokoknya dia sudah lepas sejak tahun 2007, nggak ada lagi pertanggungjawaban." jelas Laura Lazarus.

Ia mengalami kecelakaan pada usia 19 tahun.

Gaji pokoknya berhenti dikirim di tahun 2006.

Tahun 2007 tak ada kabar dari pihak Lion Air.

"Tahun 2008 saya coba nyamperin tapi nggak ada kabar (dari Lion Air)," kata Laura Lazarus.

Saat itu Laura Lazarus mengalami kebingungan sebagai anak muda berusia 19 tahun.

Banyak ASN Jadi Korban Lion Air JT610, Wadah Pegawai KPK Sampaikan Duka Cita

Sebelum Terbang Bersama Lion Air JT610, Istri Jaksa Andri Wiranofa Titip Anak ke Kakaknya

Ia bertindak sebagai tulang punggung keluarga.

Karena itulah ia mencari cara memperjuangkan kehidupan dan menanyakan kepada pihak Lion Air.

Pada suatu titik ia merasa dikecewakan.

"Pada suatu titik saya berpikir 'oh mungkin pertanggung jawaban mereka sampai segini'. Tapi paling tidak bisalah memberi pemberitahuan atau diberi surat 'terima kasih atas apa yang telah kamu lakukan.' Tapi ya kembali lagi, mungkin mereka sibuk," ucap Laura Lazarus.

instagram.com/lauralazarus

Berawal dari Mimpi dan Sempat Putus Asa, Begini Perjuangan Rusdi Kirana Memulai Bisnis Lion Air

Lion Air JT610 Jatuh, Ini Sejarah Terciptanya Kotak Hitam untuk Menguak Kecelakaan Pesawat

Kini Laura sudah menjadi founder sebuah penerbitan buku bernama Growing Publishing dan ia ingin membangun Indonesia melalui pendidikan.

Ditanya apakah ia merasa kecewa pada maskapai yang pernah menjadi tempatnya bekerja itu, Laura mengaku ia memang pernah kecewa.

Namun, kini ia mengaku sudah biasa saja, karena jika rasa kecewa terus dipendam, ia tak akan ada di tempatnya sekarang.

"Kalau saya simpan terus kekecewaan ini, ini malah membunuh saya," tegas Laura Lazarus.

Berita Terkini