Perihal kondisinya, Slamet mengatakan hasil pemeriksaan dokter RS Puri Cinere menyatakan bahwa dia tak menderita patah tulang atau cedera kepala dalam.
Namun dia masih harus menunggu hasil pemeriksaan terkait kondisi paru-parunya karena sempat tenggelam di laut sebelum suara anak ketiganya, Afdan Latif (3) menyadarkannya dari pingsan.
"Sudah diperiksa sama dokter, enggak ada patah tulang atau geger otak. Tapi untuk hasil paru-paru saya enggak tahu, memang pas tenggelam saya banyak minum air laut. Tapi belum tahu hasilnya," lanjut Slamet.
• Ifan Ungkap Kesedihan Seusai Drumernya Ditemukan Meninggal: Allah Sayang Kowe Dibanding Menemaniku
• Intip Pesona Cantik Dylan Sahara Istri Ifan Seventeen
• Cerita Ifan Seventeen Terapung-apung Hampir 2 Jam di Laut saat Tsunami di Banten: Udah Hampir Nyerah
Kepala Bagian Humas RS Puri Cinere, Widya Karmadiyanti mengatakan jumlah pegawai PLN UIT JBB yang dirawat awalnya sebanyak 43 korban, namun yang masih dirawat inap sekarang hanya 18 orang.
5 di antara korban tersebut menderita patah tulang di bagian tangan, kaki dan sudah menjalani operasi serta mendapat pendampingan psikologis dari RS Puri Cinere guna memulihkan trauma.
"Yang masih dirawat sekarang ada 18 orang, 5 di antaranya menderita patah tulang dan sudah dioperasi. Kita juga memberikan pendampingan psikologis kepada korban dan keluarga yang menderita trauma," jelas Widya.