"Kuasai Balai Kota hanya untuk 5 tahun lagi, saya jika ditanya jika waktu bisa diputar kembali, mau pilih yang mana?
Saya akan katakan saya memilih ditahan di Mako untuk belajar 2 tahun ( liburan emisi 3,5 bulan), untuk bisa menguasai diri seumur hidupku.
Jika terpilih lagi, aku akan semakin arogan dan kasar dan semakin menyakiti hati banyak orang," tulis Ahok.
• Jelang Bebas 24 Januari 2019, Ini Kilas Balik Ahok: Pidato Pulau Seribu hingga Mendekam di Rutan
• Disebut Sempat Bersikap Ketus Saat Bertemu Habib Rizieq Shihab di Sidang, Fifi Lety Disemprot Ahok
Tak hanya itu melalui surat tersebut, Ahok juga memohon maaf kepada seluruh lapisan masyarakat yang merasa tersakiti atas ucapan ataupun tindakannya selama ini.
"Pada kesempatan ini saya juga mau sampakan kepada Ahokers, para PNS DKI, para pembenciku sekalipun, aku mau sampaikan mohon maaf atas segala tutur kata, sikap, perbuatan yang sengaja maupun tidak disengaja menyakiti hati dan perasaan saudara dan anggota keluarganya," tulis Ahok.
(TribunJakarta/Tribunnews.com/ Siti Nurjannah Wulandari)