Pemutilasi Guru Honorer di Kediri: Jeritan Ketakutan Pembunuh Budi Hartanto dan Ibarat Tertimpa Kayu

Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Wahyu Aji
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

kedua pelaku Aris Sugianto (jaket putih duduk di kursi), dan Ajis Prakoso (duduk di lantai), Ruang Penyidik Subdit Jatanras Polda Jatim di Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum, pukul 23.40 WIB, Jumat (12/4/2019).

TRIBUNJAKARTA.COM, KEDIRI - Kabar terbaru kasus mutilasi guru honorer Budi Hartantodi Kediri terungkap.

Diberitakan, suasana mistis terjadi di warung nasi goreng pemutilasi Budi Hartanto, Aris Sugianto.

Aris Sugianto sempat menjerit ketakutan saat tengah malam

Dikutip dari Surya.co.id, jeritan tengah malam itu membuat sejumlah tetangga sekitar warung datang dan mengintip kondisi Aris Sugianto.

Jeritan Ketakutan

Keangkeran Warung Pelaku Usai Bunuh Guru Honorer, Warga: Pelaku Menjerit & Ketakutan di Tengah Malam (Surya.co.id)

Peristiwa jeritan tengah malam sontak membuat tetangga Aris Sugianto curiga.

Pelaku membuka warung nasi goreng dan masakan Malaysia di Desa Sambi, Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri.

Tetangga pelaku yang ada di sebelah timur warung nasi goreng, Sujilah (65) mengetahui pelaku menjerit-jerit ketakutan pada malam hari seperti orang ketakutan.

"Pelaku sempat menjerit-jerit seperti orang ketakutan.

Padahal di warungnya juga ada temannya.

Dia bilang wedi aku, wedi aku (aku takut- aku takut)," ungkap Sujilah menirukan teriakan pelaku kepada SURYA.co.id, Sabtu (13/4/2019).

Mengetahui ada suara ribut-ribut di warung depan rumahnya, Sujilah sempat mengintip melihat kejadian di luar dari balik kelambu rumahnya.

Sejumlah tetangga lainnya juga ada yang mengintip.

Pelaku juga terlihat sempat berlari dari warungnya ke jalan dengan ekspresi seperti orang yang ketakutan.

Ibarat Kejatuhan Kayu

Pelaku pembunuhan guru honorer Budi Hartono (dok.surya.co.id/facebook)
Halaman
1234

Berita Terkini