Aksi 22 Mei

Kapolres Metro Jakpus Disoroti Saat Tenangkan Massa Aksi 22 Mei, Ustaz Yusuf Mansur Ungkap Sosoknya

Penulis: Ilusi
Editor: Mohamad Afkar Sarvika
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Harry Kurniawan mencoba menenangkan massa aksi 22 Mei melalui pengeras suara meminta pengunjuk rasa agar tidak melakukan provokasi.

TRIBUNJAKARTA.COM - Sikap Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Harry Kurniawan menjadi sorotan publik saat menenangkan Massa aksi 22 Mei.

Melansir dari KompasTV, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Harry Kurniawan mencoba menenangkan massa aksi 22 Mei melalui pengeras suara.

Ia meminta pengunjuk rasa agar tidak melakukan provokasi. 

Lantaran saat itu, massa aksi 22 Mei di jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat hendak meninggalkan lokasi unjuk rasa, ada oknum yang memprovokasi. 

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Harry Kurniawan mencoba menenangkan massa aksi 22 Mei melalui pengeras suara meminta pengunjuk rasa agar tidak melakukan provokasi. (Tangkap Layar KOMPASTV)

Oknum provokator tersebut melemparkan botol, batu, dan petasan ke arah petugas.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Harry Kurniawan juga sempat meminta pertolongan kepada para Ustaz.

"Pak Ustaz tolong bantu kami," ucap Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Harry Kurniawan menggunakan pengeras suara.

"TNI, Polsi, keluarga besar masyarakat juga," lanjutnya.

"Jangan, jangan provokasi lagi, jangan teman-teman," tambah dia.

Aksi Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Harry Kurniawan itupun lantas menjadi sorotan publik tanah air.

Melansir dari media sosial Instagram Ustaz Yusuf Mansur, Jumat (24/5), ia mengaku kenal dekat dengan Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Harry Kurniawan.

Dikatakan Ustaz Yusuf Mansur, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Harry Kurniawan adalah kawannya.

Ustaz Yusuf Mansur pun menuturkan bahwa Kombes Harry Kurniawan adalah orang yang saleh.

Gempita Kaget dan Menangis di Pelukan Gading Marten, Gisella Anastasia: Uhuhu Ciaaaann

PPSU Bersihkan Sisa Rusuh Depan Bawaslu, Anies Baswedan: Kerja dalam Senyap saat Mayoritas Terlelap

"Kapolres Jakpus ini kawan saya. Sholeh banget," tulis Ustaz Yusuf Mansur.

Lebih lanjut, Ustaz Yusuf Mansur mengatakan bahwa menceritakan kebaikan dan kesalehan seseorang adalah sebuah sunnah.

Ustaz Yuduf Mansur menceritakan tentang anak-anak Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Harry Kurniawan.

Ustaz Yusuf Mansyur (wartakota/nur ichsan)

"Bosen kali ya? Sama kesaksian ini? Hehehe. Maaf ya. Ini sunnah. Ngedepanin, nyeritain, kebaikan dan kesalehan orang.
.
.
Anak2nya lg pd ngafal Qur'an. Ga ada cerita hape di rumah. Padahal itungannya udah orang tinggian. Udah Kapolres," imbuh Ustaz Yusuf Mansur.

Sarwendah Pakai Tas Mewah saat Jemput Thalia Putri Onsu Sekolah, Segini Harganya

Ustaz Arifin Ilham Meninggal, Sang Menantu Larissa Chou: Surga Menantimu Insya Allah, Abi Tak Pergi

"Sblmnya jadi Kapolres Tangerang Kota. Di mana DQ adalah masuk ke dalam wilayahnya.
.
.
Deket dengan alim ulama.
.
.
Dan setau saya, ya tentu aja akan ada aja yang jelek, tapi TNI POLRI hari ini, bararageur... Baik2. Sholeh sholehah. Biasa berjamaah. Biasa dhuha. Biasa ta'lim. Tentara, Polisi, hidupnya di tengah masyarakat. Sbb emang beliau2, ya kita2; abang2nya kita2, adik2nya kita2, ayah2 ibu2nya dari kita2, paman2 bibi2 dari kita2. TNI POLRI, kita2.
.
.
InsyaaAllah. Bismillaah. Walhamdulillaah. Indonesia super damai. Super tenang. Super tertib. Super bersatu. Super keluarga. Saling support. Saling dukung. Saling bantu. Semua komponen, bahu membahu. Al Faatihah...," sambung Ustaz Yusuf Mansur.

Wanita Misterius di Aksi 22 Mei Pernah Buat Kegaduhan di Dalam Kereta Api, Mengaku Teman Teroris

Siapa sebenarnya DM, wanita misterius berpakaian tertutup serba hitam di lokasi steril setelah massa aksi 22 Mei bubar di Jalan MH Thamrin.

TribunJakarta.com mencoba menelusuri wanita tersebut ke rumahnya di kawasan Ulujami, Jakarta Selatan.

Keberadan wanita misterius tersebut jelas mengkhawatirkan karena melewati trotoar Jalan MH Thamrin dari arah Kementerian Agama.

Sementara lokasi sudah steril dari massa aksi.

Wanita misterius tersebut muncul pada Rabu (22/5/2019) malam, tak lama massa aksi berbuat rusuh lalu dipukul mundur oleh anggota Brimob.

Si wanita yang membawa ransel, seorang diri, mendekati lampu lalu lintas di perempatan Jalan MH Thamrin dekat Gedung Bawaslu mendapat perhatian polisi.

"Ibu yang pakai baju hitam, duduk bu! Duduk bu! Ibu duduk bu. Kami mengingatkan ibu agar duduk. Ibu duduk! Ibu duduk! Mundur!" teriak polisi yang menggunakan pelantang.

Video wanita misterius itu banyak dibahas di media sosial Twitter.

Tak hanya mengingatkan wanita tadi, polisi lewat pengeras suara juga memerintahkan personel Brimob yang sudah mengokang senjata untuk tidak mendekat.

"Yang lain jangan mendekat!" kata polisi tadi.

"Kami akan tembak bu. Ranselnya dilepas. Ranselnya dilepas," kali polisi meminta tegas.

Permintaan tak diindahkan wanita, polisi akhirnya menembakkan gas air mata. Namun, polisi lain diminta mengikutinya sambil menjaga jarak.

Permintaan polisi kepada wanita tadi untuk melepas ranselnya kemungkinan dikhawatirkan membawa bahan peledak.

Sampai akhirnya, ibu tadi duduk dan berhasil diamankan petugas yang malam itu siaga.

Mengaku Sebagai Teman Teroris

Mengenakan pakaian serba hitam, ditambah dengan cadar yang menutupi wajahnya, kemunculan Dewi Mustika Rini pada aksi demo 22 Mei 2019 di depan Gedung Bawaslu, Jakarta Pusat, sempat mengejutkan aparat keamanan.

Terlebih, ia juga menggendong tas ransel di punggungnya, meski belakangan diketahui hanya Al-Quran, buku tafsir, sebotol air mineral, dan obat.

Namun, ini bukan pertama kalinya perempuan berusia 32 tahun itu melakukan aksi yang menghebohkan masyarakat.

Pada Mei tahun lalu, ia pernah membuat kegaduhan di dalam kereta api dengan mengaku sebagai teman teroris.

Hal itu diungkapkan Ali (49), Ketua RT 13/RW 05, Ulujami Raya, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, tempat di mana Dewi pernah menetap.

"Dia teriak-teriak temannya teroris di kereta. Saya tahu karena habis kejadian itu saya ditelepon Polda Metro Jaya. KTP-nya dia kan alamatnya di sini," kata Ali saat ditemui TribunJakarta.com di kediamannya, Kamis (23/5/2019).

Padahal, terang dia, Dewi sudah lebih dari 10 tahun lalu pindah ke Depok, Jawa Barat.

"Saya ditelepon lagi sama Polda jam 01.00 pagi tadi gara-gara kasusnya kemarin," tuturnya.

Sebelumnya, Ali mengungkapkan jika Dewi diduga mengalami masalah pada kejiwaannya.

"Memang dia beberapa kali masuk rumah sakit jiwa (RSJ), tapi di depok," ujar Ali.

Selain itu, perempuan tersebut diketahui telah berulang kali meminta cerai kepada suaminya.

"Tapi mungkin suaminya kasihan sama dua anaknya, dan nggak tega lihat kondisi istrinya kayak gitu," pungkas Ali.

Berita Terkini