TRIBUNJAKARTA.COM, PURWAKARTA - Telah terjadi kecelakaan karambol di ruas tol Cipularang KM 95 200, Darangdan, Purwakarta pada Senin (17/6/2019).
Setidaknya ada tujuh kendaraan yang terlibat pada kecelakaan lalulintas di wilayah hukum Polres Purwakarta ini.
Dari tujuh kendaraan, dua di antaranya kendaraan besar yang berupa truk kontainer bermuatan dan Bus Primajasa jurusan Garut-Jakarta.
Satu truk kontainer terguling ke sisi jalan dan di dekatnya terlihat minibus warna hitam, kemungkinan Toyota Sienta.
Kondisi Toyota Sienta ringsek di bagian atasnya.
Kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 16.00 WIB itu diduga disebabkan rem blong pada jalanan yang menurun dan menikung.(*)
Kronologi kejadian
Kasatlantas Polres Purwakarta, AKP Ricky Adipratama menjelaskan kronologi kecelakaan beruntun di Tol Cipularang Km 95, Darangdan, Purwakarta.
Kejadian yang terjadi pada Senin (17/6/2019) pukul 16.00 WIB itu melibatkan setidaknya tujuh kendaraan.
Dua di antaranya adalah mobil besar berupa truk kontainer bernopol D 9455 AC dan Bus Primajasa jurusan Garut-Jakarta bernopol B 7985 TGA.
Sisanya merupakan kendaraan pribadi dan satu microbus atau travel Jackal Holiday bernopol B 7980 JH.
Ricky menyatakan kejadian bermula dari truk yang dikendarai Reynaldi Basri (21) melaju dari arah Bandung menuju Jakarta menggunakan lajur 2 atau jalur cepat.
Padahal diketahui, lajur itu diperuntukkan bagi kendaraan yang akan menyusul dan bukan untuk kendaraan besar seperti truk kontainer tersebut.
"Setibanya di TKP di jalan yang lurus dan agak menurun telah hilang kendali, kemudian banting stir ke kiri jalan, kemudian menabrak kendaraan Toyota Agya bernopol B 2202 BOG," kata Ricky melalui pesan singkat.
Dugaan sementara sopir tidak bisa mengendalikan kendaraannya ditambah lagi kendaraannya mengalami masalah pada rem dan roda.
Setelah tmenabrak mobil pertama yang sedang dikendarai Idris Ibnu Malik (29), truk tersebut lalu menabrak mobil Xenia hitam bernopol BE 1207 CO.
Diketahui, pada mobil Xenia tersebut ada lima orang yang merupakan satu keluarga dan mengalami luka-luka akibat hantaman truk yang hilang kendali.
Setelah itu menabrak microbus yang sedang dikemudikan oleh Asep Koswara (33) dan berpenumpang satu orang yaitu Tofu Ayyasy (22).
Keduanya menjadi mengalami luka ringan pada kecelakaan lalulintas tersebut.
"Kemudian menabrak Bus Primajasa yang sedang dikemudikan Dedi Supardi (51), lalu menabrak Suzuki Pikap bernopol B 9575 NAM, lalu menabrak Toyota Rush bernopol B 2671 TJS yang sedang berada di lajur lambat," ujarnya.
Dari tiga kendaraan tersebut tidak ada korban yang mengalami luka serius dan hanya mengalami kerusakan pada kendaraannya.
Tidak ada korban jiwa, namun demikian sedikitnya ada delapan korban luka-luka akibat kecelakaan beruntun tersebut.
Tak ada korban jiwa dan penyebab kecelakaan
Kapolres Purwakarta, AKBP AKBP Matrius, menyebut ada tiga faktor yang menjadi penyebab kecelakaan beruntun di Tol Cipularang KM 95 200 pada Senin (17/6/2019).
Pada kecelakaan yang melibatkan tujuh kendaraan itu, faktor kendaraan dan faktor manusia diduga menjadi penyebabnya.
• Tayang Pukul 18.30 WIB, Link Live Streaming-Prediksi Susunan Pemain Persib Bandung Vs Tira Persikabo
Hal tersebut dikatakan AKBP Matrius kepada Tribun Jabar disela olah tempat kejadian kecelakaan.
"Kendaraan ini (truk) mengalami gangguan fungsi rem, selain itu juga kinerja roda-roda ban tidak maksimal, kurang menapak di aspal karena dari 12 ban yang ada enam di antaranya sudah gundul," kata AKBP Matrius.
Sopir truk bernopol D 9455 AC, Reynaldi Basri (21), ucapnya, merupakan sopir cadangan truk tersebut.
Dari pengakuan itu pula, Reynaldi mengaku baru pertamakalinya mengemudikan truk kontainer tersebut.
• Sudah Terjual Tapi Belum Ditempati, Siapa Sosok Pembeli Rumah Bekas Pembunuhan 1 Keluarga di Pulomas
Sopir utama truk bermuatan cat diketahui sedang sakit dan tidak mengemudi truknya dari Bandung menuju Jakarta.
"Sopirnya baru pertama kali mengendarai truk ini. Pengemudi belum menguasai kendaraan ditambah pada saat mengemudikannya dengan kecepatan yang cukup tinggi," ujarnya.
Padahal diketahui di sekitar karateristik lokasi kecelakaan adalah jalan berkelok serta memiliki turunan dan tanjakan.
AKBP Matrius menyatakan bahwa surat-surat kendaraan termasuk uji Kir kendaraannya masih ada dan berlaku, hanya ban dan remnya tidak mumpuni. (TribunJabar/Haryanto)