Bertaruh Nyawa Tolong Korban Susur Sungai, Mbah Diro Tolak Uang Segini dari Pemerintah: Berat Nerima

Sudiro dan Sudarwanto alias Kodir saat duduk bersama Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Kemensos RI Rachmat Koesnadi sebelum penyerahan penghargaan.

TONTON JUGA

Rachmat menggatakan apa yang dilakukan Mbah Diro dan Kodir adalah contoh bagi siapapun untuk cepat tanggap menolong korban.

Selain itu Rachmat juga mengatakan pemerintah mengapresiasi kerja kemanusiaan yang dilakukan masyarakat.

"Kami sangat mengapresiasi kerja kemanusiaan teman- teman semua, khususnya Pak Sudarwanto dan pak Sudiro. Kalau tidak ada mereka, mungkin korban bisa lebih," tegasnya.

Mbah Diro dan Kodir mendapatkan uang penghargaan sebesar Rp 10 juta dan sertifikat sebagai bentuk apresiasi dari pemerintah.

Anggap Anies Buat DPRD DKI Lebih Bermartabat Tak Seperti Ahok, Geisz Chalifah: Prestasi Luar Biasa!

Menanggapi hal tersebut Mbah Diro mengaku berat menerima penghargaan karena menurutnya banyak warga lain yang ikut menolong para peserta susur sungai.

"Saya berat menerima ini. Ya karena bukan hanya saya tapi banyak yang menolong," katanya.

Mbah Diro mengatakan uang penghargaan diterimanya akan disumbangkan ke masjid dan dibagikan kepada warga yang ikut menolong para siswa yang hanyut di Sungai Sempor.

Mbah Sudiro, warga Dukuh, Donokerto,Turi yang turut membantu Kodir saat menyelamatkan siswa SMPN 1 Turi yang hanyut saat susur sungai beberapa waktu lalu (Tribun Jogja/ Christi Mahatma). (Tangkapan Layar TribunJogja)

Ditanya Soal Jakarta Dilanda Banjir Berkali-Kali Sejak Awal 2020, Anies Baswedan Beri Reaksi Tegas

"Uang ini akan saya bagikan dan saya sumbangkan untuk membangun masjid," jelasnya.

Sementara itu, Kodir menegaskan apa yang dilakukanya di Sungai Sempor saat kejadian, semata-mata karena naluri manusia menolong sesama.

Halaman
1234

Berita Populer