TRIBUNJAKARTA.COM - Dua orang pelajar berinisial Y (18) dan N (18) menjadi korban pelecehan seksual, di satu gang wilayah Kelurahan Rambutan, Kecamatan Ciracas.
Pelaku yang melakukan pelecehan seksual terhadap Y dan N sama-sama mengenakan jaket ojek online (ojol) dan mengendarai motor Vario berwarna putih.
Namun pelecehan seksual yang dialami Y dan N terjadi dalam waktu yang berbeda.
TONTON JUGA
Kepada TribunJakarta.com, Y mengatakan saat hendak berangkat ke sekolah, pelaku tiba-tiba meraba payudaranya, pada Senin (9/3/2020) pukul 06.30 WIB.
Sementara itu N mengalami nasib nahas itu, ketika ia pulang sekolah, pada Senin (2/3/2020) sekitar pukul 14.30 WIB.
L (39), warga Kelurahan Rambutan yang tinggal di gang tempat Y dan N ternyata juga pernah mengalami kejadian serupa.
"Kejadiannya bulan Februari 2020, pelaku juga pakai jaket ojek online. Kejadiannya hari Jumat siang, pelaku berhenti depan warung saya," kata L di Ciracas, Jakarta Timur, Rabu (11/3/2020).
Kala pelaku yang berusia sekitar 20 tahun berhenti, L sebenarnya nyaris tak melirik karena sedang sibuk mengepak barang.
• Dadanya Diraba Pria Berjaket Ojol saat Hendak ke Sekolah, Siswi SMK Ini Bersaksi: Muka Pelaku Datar
TONTON JUGA
L mengira pelaku hendak mengecek lokasi penjemputan karena memegang handphone layaknya Ojol saat dapat orderan.
"Awalnya dia enggak berhenti depan saya persis. Mungkin karena enggak saya lihatin enggak lama pelaku ini majuin motornya ke depan saya duduk," ujarnya.
Sorot mata L pun seketika berpaling ke arah pelaku yang sudah memegang alat vitalnya sembari menatap L dari jarak satu meter.
Sadar jadi korban eksibisionisme, L langsung meneriaki pelaku.
• Perokok Diisukan Lebih Beresiko Kena Covid-19, Jubir Penanganan Corona Beberkan Ini: Berhenti Aja
Pria tersebut kemudian kabur ke arah Jalan Raya Bogor.
"Jadi satu tangan megang handphone, tangan lainnya megang kelamin," jelas L.
L mengatakan saat melakukan aksi bejatnya, wajah pria tersebut tampak datar.
"Mukanya datar saja, seperti enggak merasa bersalah," tuturnya.
• Tak Ingin Ayu Ting Ting Beri Kado untuk Ultah Betrand Peto, Ruben Onsu Beri Pesan: Udah Itu Aja
L dan warga lain sudah berupaya memburu pelaku eksibisionis itu, nahas mereka gagal karena pelaku naik sepeda motor.
Kondisi gang yang saat kejadian sedang sepi ikut jadi sebab mereka gagal meringkus pelaku eksibisionis tersebut.
"Waktu kejadian warga yang laki pada Salat Jumat, jadi posisinya sepi. Saya sama ibu-ibu lain yang ngejar jelas kalah karena pelaku naik motor," lanjut L.
• Sempat Lihat Benda Ini di Rumah Remaja Pembunuh Anaknya, Ibu Korban: Saya Gak Ada Pikiran Negatif
Pelaku Diduga Sama
Rendi Widianto (18), kekasih Y menduga sosok pria berusia sekitar 30 tahun yang melecehkan Y dan N itu satu orang sama.
"Karena kalau dari rekaman CCTV pas gambarnya diperbesar pelat nomor sama B 4090 TLX. Jenis dan warna motor juga sama, Vario warna putih," kata Rendi di Ciracas, Jakarta Timur, Rabu (11/3/2020).
Merujuk rekaman CCTV yang menyorot dua aksi pelaku, perbedaan hanya terdapat pada warna helm dikenakan pelaku.
Bila saat melecehkan N pelaku mengenakan jenis helm bogo warna biru, dalam kasus Y pelaku mengenakan bogo warna emas.
"Waktu kasus N pelaku pakai masker, tapi pas kejadian pacar saya pelaku enggak pakai masker. Dugaan saya dari pelat motor dan jaket (Ojol) pelaku sama," ujarnya.
Rendi berharap polisi lekas membekuk pelaku usai Y dan N siang tadi melapor ke Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur.
Pasalnya kasus pelecehan di lokasi Y dan N sudah beberapa kali terjadi dan menimpa warga sekitar hingga siswi seperti pacarnya.
"Tadi saya sudah ke pak RT, memang kasus serupa pernah terjadi beberapa kali sebelumnya. Sebelum pacar saya sama N ada korban lain," tuturnya.
Sebagai catatan, pada berita sebelumnya wartawan TribunJakarta.com menulis N jadi korban pelecehan seksual pada Senin (3/2/2020).
Namun berdasarkan tanggal yang tercatat pada rekaman CCTV, N payudaranya diraba saat pulang sekolah terjadi pada tanggal 2/3/2020. (Bima Putra)