"Gas beracun diperkirakan datang dari mesin pompa air," imbuh dia.
Ia memastikan, biasanya sumur beracun memiliki kedalaman belasan meter.
Sehingga gas beracun yang menewaskan suami istri diduga kuat dari mesin pompa yang rusak.
Regu penolong tak langsung mengevakuasi keduanya.
Mereka lebih dulu menurunkan seekor ayam yang kakinya diikat menggunakan tali ke dalam sumur.
Cara ini untuk mengetes apakah ada gas beracun di dalam sumur atau tidak.
Ketika diangkat, ayam yang diturunkan tadi langsung lemas padahal hanya beberapa detik.
Petugas kemudian menyemprotkan CDA (Compressed Dry Air) ke dalam sumur.
Baca juga: Mimpi Orangtua Meninggal Dunia Menurut Primbon: Ternyata Punya Makna Kebalikannya
"Kebetulan sumur dangkal, kendalanya gas amonia yang ada di dalam sumur terlalu besar," terang Khoirul Huda.
Dari keterangan saksi di lokasi diketahui, Paniran menanam mesin pompa air di dalam sumur yang tak seberapa dalam itu.
"Kedua pasutri saat kami berusaha mengevakuasinya dari dalam sumur, posisinya berpelukan," sambung dia.
Evakuasi Kucing
Memang, petugas yang hendak mengevakuasi orang atau binatang yang tercebur di dalam sumur tak sembarangan.
Prinsip kehati-hatian itu yang dipegang ketika salah satu petugas Kompi C Sektor 1 Matraman Sudin PKP Jakarta Timur mengevakuasi kucing milik warga.
Hary Purwanto, Komandan Pleton Kompi C, mengatakan petugas yang turun ke dalam sumur harus menggunakan alat bantu pernafasan.