Kerangka Manusia di Kontrakan

TERUNGKAP Polisi Bakal Tes Kejiwaan Pembunuh Kubur Jasad Kakak di Kontrakan, Curiga Pengakuan Pelaku

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Proses penggalian lubang yang diduga berisi jasad manusia di dalam kontrakan Jalan Kopral Daman, Sawangan, Rabu (18/11/2020). Polisi bakal lakukan tes kejiwaan pada pembunuh yang kubur jasad kakak di kontrakan karena merasa curiga dengan pengakuannya.

J menjelaskan, ia bunuh sang kakak karena didorong amarah. Ia menghabisi nyawa abangnya dengan menghajarnya menggunakan tabung gas elpiji hingga membekapnya dengan bantal.

"Kadang suka marah-marah enggak jelas, terus kadang kalau salah sedikit saja langsung membentak, langsung marah," papar Azis.

Di luar itu, J rupanya juga pernah membunuh temannya berinisial S tak jauh dari kediamannya di Bogor pada Agustus lalu.

Baca juga: Dibintangi Isla Fisher, Berikut Sinopsis Film Godmothered Akan Tayang 4 Desember 2020

Persis usai membunuh kakaknya, J menyembunyikan mayat S di bawah tanah, tepatnya di kebun kosong.

Saat ini Kapolres Metro Depok berusaha untuk melakukan tes kejiwaan terhadap pelaku. 

"Tes kejiwaan itu kita sudah mulai mengarah ke sana. Kita lihat kestabilan dia memberikan keterangan. Bantuan psikologis sedang kita upayakan untuk membantu kita mengumpulkan alat bukti," terang Azis setelah menggelar pra-rekonstruksi kasus itu pada Senin (23/11).

Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Azis Andriansyah, menunjuk lubang dalam kamar yang berisi jasad korban, Kamis (19/11/2020) (TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma)

Pra-rekonstruksi ini digelar karena penyidik merasa curiga dengan pengakuan J soal motifnya membunuh korban.

D yang tinggal di kontrakan bersama J dibunuh menggunakan tabung gas elpiji ketika sedang tidur.

Polisi berpendapat, motif J membunuh D mencurigakan karena cukup sepele.

Baca juga: Artis Senior Ungkap Gaji Anggota DPR & Alasan Dewan Kerap Tidur saat Sidang: Kita Manusia Biasa

"Motifnya karena dia terhalang belum bisa nikah, karena kakaknya tidak memiliki pasangan. Tapi motif ini terlalu ringan jika hanya dengan motif tersebut dia membunuh kakaknya," jelas Azis.

Halaman
1234