Niat Mau Dapat Iba Kang Dedi, Pengemis Justru Malu Terbongkar Kedoknya: Bilang Sakit tapi Ketawa

Penulis: Elga Hikari Putra
Editor: Yogi Jakarta
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kang Dedi saat berbincang dengan pengemis pura-pura cacat yang ditemuinya.

"Cianjur, deket terminal, pasar," jawab sang pengemis sekenanya yang mengaku tinggal di Purwakarta bersama sang suami yang bekerja sebagai pemulung.

Baca juga: Bocah SMP Kendarai Mobil Pick Up di Kaki Gunung, Tak Panik Ditanya Kang Dedi Soal Barang yang Dibawa

Namun saat ditanyakan oleh Kang Dedi apa nama pasar tersebut, wanita itu justru mengaku tak tahu dan lupa.

Kang Dedi yang sudah tahu bahwa pengemis itu berbohong kemudian bertanya darimana dia bisa mendapatkan KTP Purwakarta ini.

Rupanya, sang pengemis mengaku membayarnya sebesar Rp 500 ribu kepada oknum Satpol PP yang disebutnya dia bernama Dedi.

"Jadi ibu dibikini Satpol PP sama Dedi biar bisa punya KTP," kata Kang Dedi menegaskan pengakuan sang pengemis.

Kang Dedi saat melintasi jalan terjal di kaki Gunung Sanggabuana, Purwakarta, Jawa Barat. (Kang Dedi Mulyadi Channel)

Usai mendengarkan pengakuan dari pengemis itu, Kang Dedi pun berencana mengusutnya apa benar ada oknum Satpol PP yang memperjualbelikan KTP kepada warga.

Sedangkan pengemis itu diwanti-wanti Kang Dedi untuk tak boleh lagi mengemis atau nantinya akan ditangkap oleh petugas Dinsos.

Apalagi Kang Dedi telah mengetahui rumah kontrakan sang pengemis itu.

"Lalau besok ibu masih minta-minta saya tangkap.

Ibu saya kembalikan ke kampung asalnya," tegas Kang Dedi.

Cari Satpol PP yang Disebut Pengemis

Baca juga: Kang Dedi Mulyadi Melongo Lihat Istana Sultan Kades Ciririp di Kaki Gunung, Ini Sumber Uangnya

Setelah mendapat pengakuan dari pengemis pura-pura cacat itu, Kang Dedi kemudian mendatangi kantor Satpol PP Purwakarta untuk mengkonfirmasinya.

Adapun pengakuan pengemis wanita itu, dia memiliki KTP usai membayar Rp 500 ribu kepada oknum Satpol PP bernama Dedi.

"Saya akan menemui nama-nama yang bernama Dedi itu bener ga?, jangan-jangan hanya cerita si ibu.

Bagi saya setiap ucapan harus ditindaklanjuti agar tak menimbulkan fitnah," jelas Kang Dedi.

Kang Dedi mendatangi kantor Satpol PP Purwakarta untuk mencari oknum bernama Dedi yang disebut pengemis menjualbelikan KTP. (Kang Dedi Mulyadi Channel)
Halaman
1234

Berita Terkini