"Si AJ ini punya bisnis sampingan jual beli tanah. Tapi bukan dia sendiri yang jalanin, tapi ada orang lain lagi," terang Dody.
Lantaran sudah saling kenal, Tommy berani menginvestasikan Rp 970 juta untuk bisnis jual beli tanah yang sedang dijalankan AJ.
Sampai jatuh tempo, uang tersebut tak kunjung jelas peruntukannya. Tommy mencoba menagih agar uangnya dikembalikan.
Tibalah malam di mana AJ datang bersama 5 temannya pura-pura mengembalikan uang Tommy. Dodi sudah tahu AJ bakal datang.
Dalam pertemuan itu AJ sempat meminta kepada Tommy untuk menghadirkan istrinya dan Edo sebagai saksi saat transaksi penulasan.
Sedangkan AJ membawa lima temannya sebagai saksi.
Baca juga: Sudah Dipinjami Uang Rp 900 Juta, Pria di Bekasi Malah Ajak 5 Orang Coba Habisi Sahabatnya Sendiri
Suasana Mendadak Mencekam
Suasana ruang tamu berubah mencekam. Pelaku AJ bersama teman-temannya tiba-tiba langsung menyerang Tommy.
Adik Tommy, Edo, sempat disemprot cairan cabai oleh para pelaku. Tapi, Edo masih bisa kabur dan masuk ke kamar.
Sebelum pertemuan, Edo sempat curiga kenapa AJ mesti membayar tunai uang Rp 970 juta ke kakaknya. Apalagi bayarnya malam-malam.
"Kok bayar utang kayak begini banget, toh duit hampir Rp 1 miliar ini duit banyak. Kenapa mesti cash? Kan transfer saja bisa," terang Dodi.
Istri Tommy yang berusaha melerai keributan malam itu terkena alat setrum yang dibawa para pelaku.
Tommy mendapat luka tusukan senjata tajam di lengan. Sampai Harus dioperasi karena mendapat 12 jahitan.
Kini kondisi Tommy sudah mulai membaik, demikian ungkap Dodi.
Mendengar keributan malam itu, Dodi terbangun dan sempat menemui AJ dan 5 temannya. Bahkan, istri Dodi pun ikut kena setrum pelaku.