Dari survei yang dilakukan terhadap 1.200 responden, elektabilitas Anies berada peringkat ketiga dengan 12,5 persen suara.
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menjadi sosok yang paling banyak dipilih para responden, yaitu mencapai 23,9 persen suara.
Sedangkan, posisi kedua diisi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang dipilih 16,4 persen suara.
Walau demikian, elektabilitas Anies masih jauh di atas Sandiaga Uno (3,6 persen), Ridwan Kamil (3,3 persen), dan Tri Rismaharini (2 persen).
Baca juga: Dukung Anies Naikkan UMP DKI 5,1 Persen, Zita Anjani: Untuk Kesejahteraan, Bukan Bangun Gedung
Dari 1.200 responden, sebanyak 19,8 persen juga belum menentukan siapa Capres yang akan dipilih 2024 mendatang.
Direktur Eksekutif KedaiKOPI Kunto Adi Wibowo mengatakan, ada banyak faktor yang menyebabkan elektabilitas Anies masih berada di bawah Prabowo dan Ganjar.
"Elektabilitas itu punya banyak faktor di luar popularitas dan favorabilitas, jadi masih ada variabel lain," ucapnya saat dihubungi TribunJakarta.com, Senin (20/12/2021).
Dalam survei tersebut, sebanyak 98,4 responden menginginkan sosok pimpinan yang cerdas.
Selain itu, mereka juga ingin memiliki sosok pemimpin yang visioner (98 persen), merakyat (97,9 persen), tegas (97,2 persen), berwibawa (96,7 persen), berpengalaman (96,5 persen), sederhana (95,1 persen), dan tenang (94,8 persen).
Sebagai informasi, survei ini dilaksanakan di 34 provinsi pada periode 16-24 November 2021 lalu.
Baca juga: Anies Populer, Tapi Kurang Favorit di Survei Capres 2024, Pengamat: Banyak yang Enggak Suka Beliau
Metode survei dilakukan secara tatap muka langsung (home visit) dengan jumlah 1.200 responden yang diambil secara acak.
Survei ini memiliki margin error plus minus 2,83 persen pada interval kepercayaan 95 persen.
Anies Capres Populer Kedua Setelah Prabowo
Nama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjadi sosok paling populer kedua setelah Prabowo Subianto dalam survei opini publik jelang Pilpres 2024 yang diselenggarakan Lembaga Survei Kedai Kopi.
Dari 1.200 responden, popularitas mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu mencapai 87,7 persen.