Bocah 5 Tahun Dilarikan ke RS Gara-gara Diare, Hasil Pemeriksaan Dokter Kuak Kekejian Ayahnya

Penulis: Rr Dewi Kartika H
Editor: Yogi Jakarta
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi Rumah Sakit

TRIBUNJAKARTA.COM - Bocah berusia 5 tahun berinisial FN, meninggal dunia seusai mendapatkan perawatan intensif selama tiga minggu, di RSUD Namrole, Kabupaten Buru Selatan, Maluku.

FN awalnya dilarikan ke rumah sakit karena menderita diare.

Namun hasil pemeriksaan dokter menguak FN ternyata menjadi korban kekejian ayah kandungnya, Benry Nurlatu (33) .

TONTON JUGA

"Selasa 8 Februari 2022, malaikat kecil itu menghembuskan nafas terakhir setelah 22 hari terbaring di RSUD Namrole, Buru Selatan," kata Aktivis Perempuan Maluku, Lusi Peilow melalui keterangan rilis yang diterima TribunAmbon.com, Rabu (9/2/2022).

Hasil pemeriksaan menunjukan seluruh rongga mulut FN penuh jamur, serta robekan hebat di bagian kemaluan dan anus.

Baca juga: Pura-pura Minta Dipijat, Modus Seorang Ayah di Jakarta Selatan untuk Merudapaksa Anaknya

FN juga didiagnosis mengalami gizi buruk dan anemia.

"Barulah pada tanggal 18 Januari, FN dibawa ke RSUD Namrole oleh ayah kandungnya, dengan keluhan diare," jelasnya.

Awalnya, sang ayah takut membawa FN ke RS meski telah disarankan mantri setempat.

"Minggu kedua Januari, Feren jatuh sakit di rumahnya, dan disarankan oleh mantri setempat untuk dibawa ke Rumah Sakit, namun ayahnya menolak. Rupa-rupanya, si ayah bejad ini takut kalau kedoknya terbongkar," ungkapnya.

FN rupanya menjadi korban rudapaksa oleh ayahnya sendiri.

Tak hanya FN, kakaknya JN (7) juga mengalami nasib serupa.

Baca juga: Rudapaksa Pegawai Sampai Menangis, Bos Warteg di Bekasi Malah Janjikan Poligami: Keluarga Ngamuk

Saat ini, Lanjut Lusi, berdasar informasi yang didapatnya, ayah FN tak tahu dimana.

Meski telah ditangkap Polsek Namrole pada 22 Januari lalu.

"Sementara ayah pelaku entah dimana sekarang berada. Kabur dari tahanan Polsek Namrole pada 22 Januari lalu, diduga akibat kelalaian polisi setempat," tandasnya.

Hal tersebut dibenarkan Kabid Humas Polda Maluku, Roem Ohoirat.

Ia mengatakan pelaku memang sempat diamankan, namun dia kabur saat hendak dibawa dari ruang tahanan ke ruang pemeriksaan.

Pihaknya hingga saat ini terus melakukan pencarian terhadap terduga Benry Nurlatu.

Baca juga: Baru Sekali Kata Bos Warteg di Bekasi Bikin Warga Kesal, Pegawainya Pingsan Jadi Korban Kebejatan

“Jadi sampai saat ini anggota masih terus melakukan pencarian terhadap terduga pelaku,” kata Roem Ohoirat kepada TribunAmbon.com Kamis (10/2/2022).

Pihaknya tak menampik ada kelalaian yang dilakukan oleh anggota sehingga pelaku pemerkosaan itu bisa kabur dari Polsek Namrole, Polres Pulau Buru, Maluku.

Terkait kasus itu, Roem mengaku, Polda Maluku sangat menyayangkan kejadian tersebut dan menyampaikan rasa duka yang mendalam kepada keluarga korban.

“Polda Maluku sangat menyayangkan kejadian ini dan kami juga menyampaikan duka yang sangat mendalam bagi keluarga korban,” katanya.

Kapolsek Dicopot

Kapolda Maluku mencopot Kapolsek Namrole, AKP Jainudin dan Kanit Reskrim dari jabatannnya lantaran dinilai lalai menjalankan tugas.

Kapolda Maluku, Irjen Pol Lotharia Latif mengaku sangat menyesalkan kelalaian anggotanya di Polsek Namrole, Kabupaten Buru Selatan itu.

"Iya, perintah langsung bapak Kapolda untuk mencopot keduanya dan pindahkan ke bagian Yanma Polda Maluku dalam rangka evaluasi jabatan," ucap Kabid Humas Polds Maluku Kombes Pol M, Roem Ohoirat kepada TribunAmbon.com Kamis (10/2/2022).

Roem menambahkan, kasus pencabulan ayah kandung terhadap anaknya, saat ini sudah ditangani Satreskrim Polres Pulau Buru.

“Pesan bapak Kapolda jelas, pelaku harus segera ditangkap, dan kenakan pasal berlapis terhadap terduga pelaku,” tegasanya.

Artikel ini telah tayang di TribunAmbon.com dengan judul Pemerkosa Anak Kandung Kabur dari Mapolsek Namrole, Kapolda Maluku Copot Kapolsek dan Kanit Reskirm danPolisi Akui Ada Kelalaian di Balik Kaburnya Ayah Pemerkosa Anak di Buru Selatan

Berita Terkini