Anies Baswedan Diam Ditanya Lokaliasai Gunung Antang Jakarta Timur yang Masih Berdiri

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (2/8/2022)

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali enggan memberikan komentar terkait pertanyaan dari awak media.

Kali ini, eks Mendikbud itu enggak buka suara menyoal wacana pembongkaran lokalisasi Gunung Antang yang ada di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur.

"Cukup, itu aja dulu," ujar Anies usai menghadiri rapat paripurna pengucapan sumpah Husen dan Wawan Suhawan sebagai pengganti antar waktu (PAW) anggota DPRD DKI Jakarta sisa masa jabatan tahun 2019-2024 dari Fraksi PAN di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (2/8/2022).

Padahal hingga kini, lokalisasi Gunung Antang belum juga dibongkar.

Wacana pembongkaran lokalisasi Gunung Antang ini tak kunjung dilakukan Pemprov DKI Jakarta.

Baca juga: Lokalisasi Gunung Antang Tak Kunjung di Bongkar, Wagub Ariza Berkilah Belum Terima Surat dari KAI

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria berdalih, penertiban tak bisa langsung dilakukan.

Pasalnya, lahan lokalisasi yang berada dekat Stasiun Matraman itu merupakan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI).

"Lokalisasi di Gunung Antang itu, itu kan lahan milik KAI. Sampai hari ini kami belum terima surat dari KAI terkait penertiban," ucapnya di Balai Kota, Rabu (27/7/2022).

Bila surat permohonan penertiban sudah diberikan oleh PT KAI, barulah Satpol PP dan Pemkot Jakarta Timur bisa bergerak melakukan pembongkaran.

Kawasan lokalisasi Gunung Antang di sekitar rel kereta Stasiun Matraman Jakarta Timur dan tak jauh dari perkampungan masih beroperasi, Jumat (17/6/2022). Anies Baswedan ogah bicara soal lokalisasi Gunung Antang. (Kompas/Aguido Adri)

Apalagi, warga sekitar juga sudah meminta pemerintah segera membongkar lokalisasi tersebut.

"Kita harus saling menghormati, tidak serta merta. Kita harus carikan solusi, apalagi ada permintaan dari warga agar lokalisasi tersebut dibersihkan," ujarnya.

Wagub Ariza Larang Prostitusi di Jakarta

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meminta Wali Kota Jakarta Timur M Anwar segera menggusur lokalisasi Gunung Antang.

"Kami serahkan pada pak wali dan jajarannya untuk melakukan penertiban di mana pun adanya kegiatan-kegiatan asusila yang tidak baik," ucapnya di Balai Kota, Senin (11/7/2022).

Pemkot Jakarta Timur bersama PT KAI sejatinya sudah berencana mau membongkar bangunan semi permanen yang ada di lokalisasi Gunung Antang.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (28/7/2022). (TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci)

Terlebih, bangunan tersebut berada tepat di samping Stasiun Matraman yang baru saja dioperasikan.

Namun, baik Pemkot Jakarta Timur maupun PT KAI hingga saat ini belum juga menggusur lokalisasi tersebut.

Oleh sebab itu, Ariza meminta agar Pemkot Jakarta Timur segera melakukan pembongkaran terhadap lokalisasi yang berada di kawasan Jatinegara itu.

"Jadi tentu kegiatan-kegiatan yang melanggar, apalagi ini terkait asusila itu tidak diperkenankan di Kota Jakarta," ujarnya.

Dilansir dari Kompas.com, PT Kereta Api Indonesia (KAI) akhirnya memutuskan untuk segera menertibkan lokalisasi liar Gunung Antang di Matraman, Jakarta Timur,

Penertiban lokalisasi liar itu ditargetkan selesai pada Juli 2022.

PT KAI selaku pemilik lahan lokalisasi liar tengah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Jakarta Timur terkait terkait teknis penertiban.

"Mudah-mudahan target bulan Juli ini bisa diselesaikan," ujar Kepala Humas PT KAI Daop 1, Eva Chairunisa, Kamis (23/6/2022).

Dalam waktu dekat, PT KAI akan mengirimkan surat pemberitahuan terkait penertiban lokalisasi Gunung Antang kepada Pemkot Jakarta Timur.

"(Sekarang) akan memasuki tahapan sosialisasi langsung (ke warga) dan pengiriman surat pemberitahuan," kata Eva.

Dihubungi secara terpisah, Wali Kota Jakarta Timur M Anwar mengatakan bahwa pihaknya mengadakan rapat bersama PT KAI pada Kamis ini.

"Hari ini dirapatkan di PT KAI dan mereka akan membuat surat pemberitahuan dalam rangka penataan lokasi," kata Anwar melalui pesan tertulis, Kamis.

Sebelumnya, warga mendesak agar lokalisasi Gunung Antang ditutup imbas penyerangan yang terjadi di Jalan Kemuning, RT 005 RW 001, Kelurahan Rawa Bunga, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur.

Setidaknya, penyerangan di wilayah RW 001 Rawa Bunga terjadi dua kali, yakni pada Minggu (12/6/2022) dini hari dan Senin (13/6/2022).

Empat warga terluka dan satu rumah rusak akibat dilempari batu saat penyerangan Minggu dini hari.

Sementara itu, pada saat penyerangan lanjutan, yakni Senin dini hari, warga mendengar suara tembakan lebih dari tiga kali.

Salah satu peluru menembus rolling door dan kaca etalase milik warga. Pelaku penyerangan diduga berasal dari lokalisasi tersebut.

Berita Terkini