Lokalisasi Gunung Antang Tak Kunjung di Bongkar, Wagub Ariza Berkilah Belum Terima Surat dari KAI
Wacana pembongkaran lokalisasi Gunung Antang yang ada di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur tak kunjung dilakukan Pemprov DKI Jakarta.
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Wahyu Septiana
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci
TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Wacana pembongkaran lokalisasi Gunung Antang yang ada di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur tak kunjung dilakukan Pemprov DKI Jakarta.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria berdalih, penertiban tak bisa langsung dilakukan.
Pasalnya, lahan lokalisasi yang berada dekat Stasiun Matraman itu merupakan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI).
"Lokalisasi di Gunung Antang itu, itu kan lahan milik KAI. Sampai hari ini kami belum terima surat dari KAI terkait penertiban," ucapnya di Balai Kota, Rabu (27/7/2022).
Bila surat permohonan penertiban sudah diberikan oleh PT KAI, barulah Satpol PP dan Pemkot Jakarta Timur bisa bergerak melakukan pembongkaran.
Baca juga: Wagub Ariza Minta Wali Kota Jaktim Segera Tertibkan Lokalisasi Gunung Antang: Asusila Dilarang!
Apalagi, warga sekitar juga sudah meminta pemerintah segera membongkar lokalisasi tersebut.
"Kita harus saling menghormati, tidak serta merta. Kita harus carikan solusi, apalagi ada permintaan dari warga agar lokalisasi tersebut dibersihkan," ujarnya.

Wagub Ariza Larang Prostitusi di Jakarta
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meminta Wali Kota Jakarta Timur M Anwar segera menggusur lokalisasi Gunung Antang.
"Kami serahkan pada pak wali dan jajarannya untuk melakukan penertiban di mana pun adanya kegiatan-kegiatan asusila yang tidak baik," ucapnya di Balai Kota, Senin (11/7/2022).
Pemkot Jakarta Timur bersama PT KAI sejatinya sudah berencana mau membongkar bangunan semi permanen yang ada di lokalisasi Gunung Antang.
Terlebih, bangunan tersebut berada tepat di samping Stasiun Matraman yang baru saja dioperasikan.

Namun, baik Pemkot Jakarta Timur maupun PT KAI hingga saat ini belum juga menggusur lokalisasi tersebut.
Oleh sebab itu, Ariza meminta agar Pemkot Jakarta Timur segera melakukan pembongkaran terhadap lokalisasi yang berada di kawasan Jatinegara itu.