Ajudan Jenderal Ferdy Sambo Ditembak

Pengacara Ferdy Sambo Bentak-bentak Bharada E, Hakim Ketua dan JPU Langsung Bereaksi

Penulis: Siti Nawiroh
Editor: Rr Dewi Kartika H
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Momen menegangkan saat Arman Hanis ditegur hakim gara-gara membentak Bharada E alias Richard Eliezer.

"Siapa yang doktrin dimana? Dimana sodara didoktrin," tanya Arman Hanis dengan suara meninggi.

"Di lantai tiga," tutur Richard.

Momen menegangkan saat Arman Hanis ditegur hakim gara-gara membentak Bharada E alias Richard Eliezer. (YouTube Kompas TV)

"Sodara penasihat hukum tidak perlu sampai membentak-bentak seperti itu," kata Hakim Ketua.

"Saya berusaha mengingat-ingat kembali kejadian itu, tidak segampang itu mengingat kembali kejadian," jawab Richard.

"Ini tidak konsisten," kata Arman Hanis.

Ucapan Arman Hanis pun kemudian dipotong oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) karena dinilai menekan.

Hingga akhirnya majelis hakim meminta penasihat hukum Ferdy Sambo bertanya lewat perantaranya.

"Silahkan bertanya lewat majelis, biar kami yang bertanya," kata majelis hakim.

Soal perempuan misterius di rumah Ferdy Sambo

Bharada E menyebut kesaksian Putri Candrawathi tidak sesuai dengan peristiwa sebenarnya.

Salah satunya soal perempuan tak dikenal yang menangis saat keluar dari rumah di kawasan Bangka, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Juni 2022 lalu.

Adapun Putri dihadirkan sebagai saksi dalam sidang perkara pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (12/12/2022).

Putri memberikan kesaksian untuk terdakwa Richard Eliezer atau Bharada E, Ricky Rizal, dan Kuat Maruf.

"Untuk keterangan dari saksi PC, menurut saya tidak sesuai atau saudara PC lupa," ujar Bharada E saat menanggapi kesaksian Putri Candrawathi.

Bharada E mengaku diajak secara langsung oleh Putri Candrawathi untuk berkendara ke kawasan Kemang.

Halaman
123

Berita Terkini