Lambatnya respon dari Pemkot Jakarta Timur membuat kondisi kian memburuk, dari yang awalnya hanya amblas 3 sentimeter kini sudah mencapai kedalaman 15 sentimeter.
Warga kian khawatir karena Jalan Mesjid Bendungan merupakan akses vital menuju Pasar Jambul sehingga setiap harinya banyak dilintasi kendaraan bermotor maupun pejalan kaki.
Titik Jalan Mesjid Bendungan yang amblas pun berada persis pada satu Taman Pendidikan Alqur'an (TPA) di wilayah RW 07 Cawang, sehingga banyak dilintasi anak-anak.
Tak ayal Munadi terus dirongrong warganya karena dinilai tidak berbuat apa-apa, sementara warga khawatir akan timbul korban bila kondisi Jalan Mesjid Bendungan terus memburuk.
"Seolah-olah saya tidak berbuat apa-apa. Kan enggak mungkin saya bilang ke setiap warga 'eh saya sudah lapor ke Wali Kota', enggak mungkin. Yang penting perangkat RT/RW sudah lapor," sambung dia.
Kini Munadi dan warganya hanya dapat berharap Pemkot Jakarta Timur lekas memperbaiki amblasnya Jalan Mesjid Bendungan, dan berharap agar tidak ada korban akibat kondisi jalan.