Eks Wali Kota Jakarta Utara itu berdalih, tingginya nilai investasi dan biaya operasional proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik itu jadi alasan utama.
“Investasi (ITF) itu bisa lebih dari Rp 5 triliun, Pemda DKI bukan tidak mau, konsep itu bagus, ITF bagus dan RDF juga bagus,” kata Heru, Selasa (27/6/2023).
“Tapi sekali lagi, Pemda DKI tidak mampu membayar tipping fee,” sambung Heru.
Diketahui, ITF Sunter sebelumnya digadang-gadang Anies sebagai solusi mengatasi masalah sampah Jakarta.
Peletakan batu pertama atau groundbreaking pun sudah dilakukan sejak awal kepemimpinan Anies pada 2018 lalu.
Namun, pembangunan ITF Sunter tak kunjung terealisasi akibat sejumlah permasalahan. Hingga purnatugas pada Oktober 2022, ITF Sunter pun masih sekedar angan-angan bagi Anies Baswedan.
Baca artikel menarik lainnya TribunJakarta.com di Google News