Penggerebekan itu dilakukan oleh enam warga yang telah dinyatakan oleh warga lainnya bernama Samsuri.
Warga lain benarkan keterangan Fery
Setelah warga sekitar bernama Fery angkat bicara ke Youtuber Dedi Mulyadi.
Kini warga bernama Samsuri bersedia diwawancarai oleh awak media.
Keterangan Samsuri menguatkan penjelasan Fery soal suasana di tempat aksi pelemparan batu oleh 8 terpidana itu.
Pada tahun 2016 silam, suasana sepi dan minim pencahayaan.
Berikut tiga bantahan baru yang dilayangkan Samsuri kepada Aep.
Pertama, Aep menyebut lokasi di samping SMPN 11 Cirebon pada 2016 terdapat sebuah warung.
Namun, sebagai warga sekitar, Samsuri tak pernah melihat ada warung berdiri di sana.
"Bukannya enggak buka, di sini (pada tahun 2016) enggak ada," katanya seperti dikutip dari Tayangan Kompas TV pada Kamis (30/5/2024).
Kala itu, kata dia, ada warung yang berdiri di perempatan jalan.
Namun warung itu hanya buka sampai jam 8 malam.
"Kalau lokasi di depan pencucian Aep itu enggak ada warung sama sekali," ucapnya.
Kedua, Samsuri mengenal empat dari 8 terpidana kasus tersebut.
Keempat orang tersebut kerap nongkrong di pinggir jalan.
Aep menyebut Vina dan Eky sempat dikejar oleh geng motor.