Hilang Hampir 2 Bulan, Pencarian Bocah Pesanggrahan Alvaro Kiano Terkendala Rusaknya CCTV di TKP

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TERKENDALA CCTV RUSAK - Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Murodih saat diwawancarai soal anak hilang di Pesanggrahan, Minggu (27/4/2025). Polisi masih mencari bocah bernama Alvaro Kiano Nugroho (6) yang hilang di Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Polisi terkendala rusaknya CCTV di TKP. TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, PESANGGRAHAN - Polisi masih mencari keberadaan bocah berusia enam tahun bernama Alvaro Kiano Nugroho yang hilang di Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Alvaro sudah hilang selama 51 hari atau hampir dua bulan. Korban dinyatakan hilang sejak 6 Maret 2025.

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Murodih mengatakan, sejumlah saksi telah dimintai keterangan untuk menelusuri keberadaan Alvaro.

"Untuk yang anak hilang memang dari Polres Metro Jakarta Selatan terus mengupdate masalah penanganan. Sementara memang masih proses penyelidikan. Untuk bukti-bukti kita juga sudah mintai keterangan dari saksi-saksi baik dari pihak keluarga maupun dari pengurus masjid," kata Murodih, Minggu (27/4/2025).

Namun, Murodih mengungkapkan pencarian korban terkendala CCTV yang rusak di Masjid Muflihun, tempat korban terakhir kali terlihat.

"Untuk hambatan sementara memang di TKP pada saat kejadian itu CCTV tidak bisa dibuka karena rusak. Sehingga kita tidak bisa melihat apa yang terjadi di sana melalui CCTV," ungkap Kasi Humas.

Kakek korban, Tugimin (71), menduga Alvaro diculik oleh seorang pria yang mengaku sebagai ayahnya.

Informasi dugaan penculikan itu diperoleh Tugimin dari marbot Masjid Al-Muflihun, lokasi Alvaro terakhir terlihat.

"Menjelang buka puasa, itu di masjid ada orang datang. Ditanya sama marbot, 'pak, cari siapa?', 'cari anak saya', Alvaro, katanya kalau salat di masjid sini', 'itu ada anaknya di atas'. Kata marbot kayak gitu," kata Tugimin di kediamannya di, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Rabu (23/4/2025).

Sayangnya, marbot masjid tersebut mengaku tidak terlalu memperhatikan wajah dan penampilan pria yang mengaku sebagai ayah Alvaro.

"Setalah itu nggak tahu lagi, marbot itu nggak memperhatikan orangnya seperti apa, nggak diperhatikan," ujar Tugimin.

Di sisi lain, saat ini ayah kandung Alvaro masih menjalani masa hukuman di Lapas Cipinang, Jakarta Timur karena terjerat kasus pidana.

Sang ayah masuk penjara sejak Alvaro masih berusia enam bulan.

"Kalau bapaknya Alvaro masih berada di lapas sampai saat ini. Katanya tahun ini bebas. Karena pernah kemarin itu, setelah tiga hari Alvaro enggak pulang, itu telepon, video call," ungkap Tugimin.

Halaman
12

Berita Terkini