TRIBUNJAKARTA.COM - Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga era SBY, Roy Suryo, menanggapi terkait kehadiran Joko Widodo saat reunian alumni Universitas Gadjah Mada (UGM) angkatan 80 Fakultas Kehutanan.
Menurut Roy, acara yang diselenggarakan di Yogyakarta itu terkesan dadakan.
Acara reunian itu seakan menunjukkan kepanikan dari seorang Jokowi.
"Itu menunjukkan kekhawatiran, kekhawatiran luar biasa dan dia (Jokowi) sangat kelihatan sekali post power syndrom," katanya seperti dikutip dari iNews yang tayang pada Sabtu (26/7/2025).
Bahkan, Roy mengatakan kehadiran Jokowi di acara reunian tersebut menjadi bahan tertawaan di kalangan alumni UGM yang lain.
"Itu menjadi bahan tertawaan di semua grup UGM. Reuni-reunian itu jadi bahan tertawaan. Jadi, kan semakin menunjukkan kelasnya, Jokowi harusnya bisa selesai lengser keprabon dengan bagus ini malah enggak lengser keprabon ini. Jadi Petruk lagi, jadi konyol," katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Prabowo–Gibran dalam pemilihan presiden 2024 silam sekaligus relawan Jokowi, Silfester Matutina, menanggapi santai komentar Roy Suryo.
Menurutnya, pihak UGM pun tak berkeberatan dengan kehadiran Jokowi saat acara reunian tersebut.
"Mengenai Pak Jokowi reuni, ya silakan saja, toh istilahnya UGM aja terima kok tempatnya dipakai. Kok, Mas Roy yang protes. Gitu loh," katanya.
Skripsinya tetap diyakini palsu
Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo Notodiprojo, menegaskan kehadiran Presiden ke-7 Indonesia, Joko Widodo dalam reuni angkatan 80 Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) tidak akan membawa perubahan apa pun.
Roy Suryo tetap meyakini bahwa skripsi Jokowi palsu sehingga ijazah asli tidak akan terbit.
“Kunjungan tadi tidak mengubah apa pun hasil hipotesis sebelumnya, skripsi 99,9 persen palsu, tidak akan bisa terbit ijazah asli,” kata Roy Suryo saat dihubungi, Sabtu (26/7/2025).
Roy Suryo menyebut, kedatangan Jokowi dalam reuni tersebut bukan berstatus sebagai alumni, melainkan laksana pejabat.
“Bajunya beda, hanya datang singkat di Fakultas Kehutanan, bukan di acara intinya, di Wanagama seperti yang lain-lainnya,” tegas dia.
Roy Suryo menilai, kedatangan Jokowi merupakan langkah untuk meyakinkan publik bahwa dosen penguji skripsinya adalah Ir. T. Burhanuddin dan Ir. Sofian Warsito, sementara dosen pembimbingnya adalah Prof. Dr. Ir. Achmad Sumitro.