SOSOK Erwin Wakil Wali Kota Bandung Murka Saat Sidak Pesta Sabun di Diskotek, Peserta Basah Kuyup

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PESTA SABUN DI BANDUNG - Petugas gabungan yang dipimpin Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, saat menggelar sidak ke Brotherhood Bunker karena menyelenggarakan pesta sabun, Selasa (26/8/2025) malam.

TRIBUNJAKARTA.COM - Wakil Wali Kota Bandung Erwin murka saat memimpin sidak ke Brotherhood Bunker pada Selasa (26/8/2025).

Tempat hiburan malam itu menjadi sasaran sidak setelah viral di media sosial gara-gara menggelar pesta sabun.

Video yang beredar memperlihatkan para pengunjung basah kuyup disemprot busa dari sebuah mesin. 

Video tersebut memperlihatkan mayoritas pengunjung perempuan lebih mendominasi dengan pakaian yang minim.  

Ada pula yang memakai handuk berjoget di bawah sinaran lampu sorot

Akun instagram diskursus network menginformasikan viral pesta sabun di Bandung, Jawa Barat. 

Acara yang digelar di tempat hiburan malam itu mengundang reaksi penolakan dari warga karena menampilkan aurat dan adegan tak pantas

Disidak Wakil Wali Kota Bandung

Wakil Wali Kota Bandung Erwin dan jajaran menggelar sidak setelah pesta sabun tersebut menuai protes dari masyarakat karena dinilai melanggar norma kesusilaan dan tentu berpotensi melanggar Perda Kota Bandung.

Erwin mengatakan, pemerintah tidak akan menoleransi kegiatan hiburan yang bertentangan dengan aturan maupun merusak moral masyarakat tersebut.

"Ini mencederai warga Bandung. Hiburan boleh, asal ada izin dan tidak melanggar perda. Kalau terbukti melanggar, kami segel. Kalau tidak, manajemen harus buat pernyataan tidak akan mengulanginya," ujar Erwin seusai sidak, Selasa malam.

Pesta sabun di Brotherhood Bunker yang berada di Jalan Rancabentang Ciumbuleuit, Kecamatan Cidadap, Kota Bandung, itu viral karena dinilai menampilkan adegan tidak pantas hingga memperlihatkan aurat.

Erwin mengatakan, kejadian ini harus menjadi pengingat agar semua pihak, termasuk pengelola mematuhi peraturan yang berlaku. Dia meminta manajemen lebih selektif dalam memilih mitra penyelenggara acara.

"Kami tidak melarang hiburan, tapi jangan sampai mencederai visi Bandung Agamis yang sedang kita bangun. Tolong seleksi event organizer (EO), jangan sampai ada lagi kejadian seperti ini," kata Erwin.

Dari hasil pemeriksaan, kata dia, Brotherhood Bunker memiliki izin usaha lengkap seperti dokumen perizinan restoran, bar, kelab malam, diskotik, bahkan izin minuman beralkohol kategori A, B, dan C sudah terpenuhi karena pajak dan cukai pun berjalan.

Kasatpol PP Kota Bandung, Bambang Sukardi, menilai ada kelalaian manajemen dalam bekerja sama dengan EO yang justru menyelenggarakan acara melanggar aturan.

"Kami akan panggil manajemen dan EO untuk diperiksa lebih lanjut," ucap Bambang.

Atas hal tersebut, Pemkot Bandung meminta pengelola Brotherhood Bunker membuat surat pernyataan resmi agar tidak lagi mengulangi kesalahan serupa. Apabila terbukti melanggar perda, maka akan dikenakan sanksi seperti penyegelan.

Pihak manajemen Brotherhood Bunker menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kota Bandung dan akan mengevaluasi internal serta memutus kerja sama dengan EO yang terlibat.

"Ke depan kami pastikan hal ini tidak akan terulang kembali," kata perwakilan manajemen. 

Erwin mengatakan, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh petugas Satpol PP, manajemen Brotherhood Bunker bekerjasama dengan EO untuk mengadakan pesta sabun tersebut.

Baca juga: Satu Tempat Hiburan Malam di Bandung Terancam Disegel karena Gelar Pesta Sabun, Disidak Erwin

"Satpol PP menyimpulkan bahwa ini ada kelalaian, dan mereka diminta untuk membuat surat penyataan, tidak akan mengulangi dan memblacklist EO tersebut," ujarnya di SMPN 1 Bandung, Kamis (28/8/2025).

Atas hal tersebut, kata Erwin, manajemen Brotherhood Bunker sudah berjanji tidak akan bekerjasama lagi dengan EO penyelenggara pesta sabun ini, bahkan hal ini juga sudah dituangkan ke dalam surat pernyataan.

Sementara untuk Brotherhood Bunker, kata Erwin, pihaknya sudah memeriksa semua perizinan dan hasilnya lengkap, sehingga manajemen dikenakan sanksi teguran berupa membuat surat pernyataan.

Dengan izin yang komplit tersebut, Pemkot Bandung pun akhirnya tidak melakukan penyegelan, tetapi hanya diberikan surat peringatan agar ke depannya tidak kembali menggelar pesta sabun.

"Saya bilang kalau salah langsung segel saja. Cuma kemarin itu karena izinnya kumplit, minumannya ada pajak, jadi (kesalahannya) hanya kelalaian seperti itu," ucapnya.

Sosok Erwin

Erwin yang mendampingi Muhammad Farhan memenangkan Pilkada Kota Bandung.

Erwin lahir di Bandung pada 18 Mei 1972. 

Ia menempuh pendidikan di SD Cikadut dan SD Cikutra V, kemudian melanjutkan ke SMP Santa Maria dan SMA Yodhatama. 

Erwin meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Pasundan (Unpas) dan menyelesaikan Magister Pendidikan Agama Islam di Universitas Islam Nusantara (Uninus). 

Saat ini, ia tengah menempuh program doktoral Ilmu Pendidikan di universitas yang sama. 

Karier Erwin dimulai sebagai pengusaha selama lebih dari dua dekade, dari tahun 1991 hingga 2011. 

Pengalamannya di dunia usaha, terutama dalam memahami tantangan yang dihadapi UMKM, mendorongnya untuk berkontribusi lebih luas kepada masyarakat dengan terjun ke dunia politik. 

Pada pemilihan legislatif tahun 2019, Erwin terpilih sebagai Anggota DPRD Kota Bandung dan bertugas di Komisi D yang membidangi kesejahteraan rakyat. 

Sebagai anggota legislatif, Erwin dikenal sebagai sosok yang aktif turun langsung ke masyarakat, berdialog dengan warga, dan memastikan bahwa kebijakan yang diambil membawa manfaat bagi publik. 

Ia menganut prinsip fikih 'Tasharruf al-Imam 'Ala Al-Ra'iyyah Manuthun bi Al-Maslahah', yang berarti kebijakan pemimpin harus berorientasi pada kemaslahatan rakyat. 

Keterlibatannya sebagai penceramah keislaman semakin memperkuat integritasnya dalam membangun masyarakat yang religius dan harmonis. 

Di luar dunia politik, Erwin juga aktif dalam berbagai organisasi, antara lain sebagai Pembina Ikatan Pengusaha Muslim Indonesia, Ketua Pagar Nusa Kota Bandung, Wakil Ketua Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) Jawa Barat, Ketua DPC PKB Kota Bandung selama tiga periode, dan Ketua Forum RW Kelurahan Babakansari dan Kecamatan Kiaracondong.

Pengalaman berorganisasi ini menjadikannya sosok yang memahami dinamika politik serta kebutuhan masyarakat dari tingkat akar rumput, yang berkontribusi pada terpilihnya dirinya sebagai Wakil Wali Kota Bandung pada Pilkada 2024. 

Sebagai ayah dari enam anak, Erwin meyakini bahwa kepemimpinan yang baik berakar dari nilai-nilai keluarga. 

Ia menekankan pentingnya pendidikan agama dan karakter, yang tecermin dari pendidikan anak-anaknya di pesantren ternama.

 "Saya ingin menjadi pemimpin yang hadir, mendengar, dan bekerja bersama rakyat untuk membangun Bandung yang lebih baik," kata Erwin dalam rilis yang diterima Kompas.com, Rabu (19/2/2025). 

Dengan latar belakang yang kuat dalam dunia usaha, politik, dan sosial, Erwin diharapkan dapat membawa perubahan positif bagi Kota Bandung, menjadikannya kota yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing tinggi di masa mendatang. (TribunJakarta.com/TribunJabar/Kompas.com)

Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel TribunJakarta.com. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya

Berita Terkini