Wawancara Eksklusif
Kuliah Jalan Terus, Fathan Penerima Beasiswa UI Manfaatkan Waktu Ramadan untuk Ibadah
Fathan Rizky Janathan (19) masuk UI melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), yang dulu dikenal sebagai jalur undangan.
Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Rr Dewi Kartika H
TRIBUNJAKARTA.COM, DEPOK - Masjid tak hanya jadi persinggahan bagi Fathan Rizky Janathan (19). Putra asal Bengkulu ini menjadikan masjid untuk mengisi waktu untuk ibadah di sela aktivitasnya sebagai mahasiswa UI.
Masjid Al Farouq di wilayah Kukusan, Depok, Jawa Barat, tak jauh dari kosan yang ditinggali Fathan selama kuliah di UI.
Fathan mudah dijumpai di masjid, apalagi saat Ramadan 1447 Hijriah.
Di masjid yang teduh ini banyak dijumpai para pengemudi ojek online. Mereka menunggu pesanan masuk dari mahasiswa UI karena letaknya tak jauh dari pintu belakang kampus.
Sulung tiga bersaudara ini cair diajak berbincang. Ia tak sungkan membagikan ceritanya bisa masuk UI jurusan Teknik Metalurgi dan Material angkatan 2025.
“Memang sering ke sini buat salat atau ibadah,” ujar Fathan kepada TribunJakarta.com siang itu.
Fathan kini duduk di semester dua. Ia masuk UI melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), yang dulu dikenal sebagai jalur undangan.
“Dilihat dari nilai rapor sama prestasi-prestasi yang kita ikuti. Alhamdulilah diterima tanpa ikut test,” katanya.
Ia bersyukur, pada semester pertama lalu, indeks prestasinya berada di atas 3.
Perjalanan Fathan ke Depok bukan perkara sederhana. Ia harus meninggalkan ibu dan dua adiknya di Bengkulu Utara.
Pernah terbersit di hatinya untuk mengambil Teknik Geologi di Universitas Gadjah Mada (UGM) atau Institut Teknologi Bandung (ITB).
Setelah perenungan panjang, ia akhirnya memilih UI. “Alhamdulillah lolos,” katanya.
Berprestasi Sejak SMA
Fathan satu-satunya perwakilan SMAN 2 Bengkulu Utara yang berhasil tembus berkuliah di UI pada tahun angkatannya.
"Dari seluruh Bengkulu, ada sekitar 22 mahasiswa angkatan 2025 yang diterima di UI," ujarnya.
Sejak masa sekolah, Fathan tergolong berprestasi. Ia belajar otodidak media internet atau YouTube.
| Juru Bicara Gubernur Tanggapi Nasib Guru Honorer di Jakbar 12 Tahun Digaji Rp 700 Ribu Per Bulan |
|
|---|
| Ini 3 Jurus Pramono Tangani Macet Jakarta: Penerapan ERP hingga Naikkan Tarif Parkir |
|
|---|
| Juru Bicara Gubernur Jakarta Jelaskan Nasib Para Manusia Gerobak Setelah Ditindak Satpol PP |
|
|---|
| Setahun Pimpin Jakarta Banjir Masih Jadi PR, Pramono Bakal Relokasi Warga demi Normalisasi Sungai |
|
|---|
| Pramono Ogah Padel Rusak Canangan Kota Global Jakarta, Jangan Sampai Ada Operasi Underground Ekonomi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/MAHASISWA-NYARIS-TINGGAL-DI-MASJID.jpg)