Sisi Lain Metropolitan
Lulus Mahasiswa UI, Fathan Putra Asal Bengkul Berbagi Tips Bisa Berprestasi Sejak SMA
Suara bergetar, Novi mengungkapkan alasan di balik keputusannya mempertimbangkan anaknya Mahasiswa UI tinggal di masjid.
Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Rr Dewi Kartika H
TRIBUNJAKARTA.COM, DEPOK - Berprestasi sejak sekolah menengah atas, Fathan Rizky Janathan (19) bisa masuk Universitas Indonesia melalui tes tertulis alias melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
"Belajar otodidak saja, paling belajar dari internet atau YouTube," kata Fathan membagikan pengalamannya belajar sejak di kampung halaman saat ditemui di Kukusan, Beji, Depok, Jawa Barat, Kamis (26/2/2026).
Putra asal Bengkulu Utara ini sudah aktif mengikuti kompetisi sejak SMA, khususnya Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang Informatika.
Pada 2023, Fathan pertama kali mencoba peruntungannya di ajang tersebut tapi belum membuahkan hasil.
Pantang menyerah, ia kembali mengikuti kompetisi yang sama pada 2024. Usahanya membuahkan hasil.
“Alhamdulillah dapat juara satu tingkat kabupaten. Habis itu lanjut ke provinsi, tapi belum rezeki juga,” katanya.
Fathan pernah mempertimbangkan Teknik Geologi di UGM atau FTTM ITB. Namun akhirnya memilih UI dan dinyatakan lolos.
Di awal-awal masa kuliahnya, ia baru mengikuti satu organisasi kampus karena masih dalam tahap penyesuaian.
"Untuk tingkat kedua mungkin ini lebih pengen dibanyakin lagi organisasi," kata dia.
Soal cita-cita besarnya, sulung dari tiga bersaudara ini hanya ingin membahagiakan ibunya.
“Saya pengen bahagiain mama. Naikin derajat keluarga,” ucapnya.
Baginya, ibunya adalah idola sekaligus inspirasi terbesar.
“Perempuan bisa sekuat itu. Kadang saya ngerasa saya sendiri belum tentu bisa sekuat mama,” katanya.
Di sela aktivitas kuliah, Fathan banyak menghabiskan waktunya di masjid untuk beribadah sekaligus melepas lelah.
Termasuk di bulan Ramadan ini di mana ia kerap berbuka di masjid jika sedang tak ada kegiatan kuliah.
"Sebenarnya saya ngekos di dekat masjid. Cuma memang sering ke sini buat salat atau ibadah,”kata Fathan.
Baca berita TribunJakarta.com lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks Berita
| Di Jumat Agung, Ketahui Sejarah Sisi Lain Katedral Jakarta: Karya Romo Belanda yang Tahan Gempa |
|
|---|
| Kisah Faruq Relawan Damkar Muda Asal Jakpus: Dari Cita-cita Kecil Kini Terjun Langsung Bantu Petugas |
|
|---|
| Sisi Lain Metropolitan: Jejak Kelam Kamp Cideng: 'Neraka’ Ditawannya Warga Belanda di Era Jepang |
|
|---|
| 12 Tahun Mengabdi, Guru Honorer di Jakarta Barat Terima Gaji Lebih Rendah dari Buruh Cuci |
|
|---|
| Menelusuri Jejak Kamp Cideng: Rumah Tua di Pusat Jakarta yang Masih Didatangi Orang Belanda |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/Fathan-Rizky-Janathan-19-mahasiswa-Fakultas-Teknik-UI-b.jpg)