Ledakan SPBE Cimuning Picu Amarah Warga: Rumah Hancur, Ganti Rugi Nihil

Warga terdampak kebakaran SPBE di Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, menuntut pertanggungjawaban.

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Wahyu Septiana
Tribun Jakarta/Yusuf Bachtiar/Yusuf Bachtiar
TAGIH GANTI RUGI - Bangunan ruko dan rumah warga terdampak kebakaran disertai ledakan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, Kamis (2/4/2026). 

TRIBUNJAKARTA.COM, MUSTIKAJAYA - Warga terdampak kebakaran SPBE di Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, menuntut pertanggungjawaban dari pihak perusahaan pengelola.

Salah satunya disampaikan Abdul Muhi (36), warga yang rumahnya berada tepat di seberang lokasi SPBE.

Ia mengaku mengalami kerugian materiil cukup besar akibat peristiwa kebakaran yang dipicu kebocoran gas tersebut.

“Rumah saya bagian belakang sudah rusak parah, kanopi sama plafon juga hancur. Buat ke depannya kita minta pertanggungjawaban dari pihak perusahaan ini,” ujar Abdul saat ditemui, Jumat (3/4/2026).

Tak hanya rumahnya, sejumlah bangunan lain seperti ruko dan kontrakan milik warga juga dilaporkan ludes terbakar.

Bahkan, beberapa kendaraan milik warga turut hangus dalam kejadian tersebut.

“Ruko sama kontrakan itu sudah habis semua. Di lingkungan sini juga ada kendaraan yang kebakar,” katanya.

Abdul menuturkan, hingga kini belum ada komunikasi dari pihak perusahaan terkait ganti rugi atas kerugian yang dialami warga.

KEBOCORAN SAAT PENGISIAN - Ningsih, karyawan sekaligus pegawai SPBE Cimuning Kota Bekasi menyebut, sebelum kebakaran disertai ledakan sempat dilaporkan ada kebocoran dan ditangani teknisi, tetapi gas kembali bocor sampai ke jalan raya. (Yusuf/TribunJakarta).
KEBOCORAN SAAT PENGISIAN - Ningsih, karyawan sekaligus pegawai SPBE Cimuning Kota Bekasi menyebut, sebelum kebakaran disertai ledakan sempat dilaporkan ada kebocoran dan ditangani teknisi, tetapi gas kembali bocor sampai ke jalan raya. (Yusuf/TribunJakarta). (Tribun Jakarta/Yusuf Bachtiar/Yusuf Bachtiar)

Menurutnya, saat ini proses yang berjalan baru sebatas pendataan korban terdampak oleh pihak RT, RW, dan kelurahan.

“Untuk sementara ini belum ada komunikasi dari perusahaan. Baru pendataan saja dari RT, RW, dan kelurahan,” ucapnya.

Ia berharap pihak perusahaan segera menunjukkan itikad baik dengan memberikan kompensasi kepada warga yang terdampak.

Pasalnya, banyak warga yang kehilangan harta benda akibat kejadian tersebut.

“Kerugian ini kan materiil ya, cukup besar juga. Harapannya ada tanggung jawab dari perusahaan,” jelasnya.

Diketahui, kebakaran terjadi pada Kamis malam sekitar pukul 20.30 WIB, didahului kebocoran gas yang menyebar hingga ke jalan raya.

Warga yang panik langsung berupaya menyelamatkan diri sebelum akhirnya terjadi ledakan yang memicu kobaran api.

Selain kerugian materiil, peristiwa tersebut juga menyebabkan sejumlah warga mengalami luka bakar dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Bocor Saat Proses Pengisian 

Kebakaran disertai ledakan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE) di Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, diduga dipicu kebocoran gas saat proses pengisian.

Dugaan tersebut diperkuat dari keterangan saksi di lokasi kejadian, yang menyebut kebocoran terjadi saat proses pemindahan gas dari mobil tangki ke tabung besar.

Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe mengatakan, pihaknya masih melakukan pendalaman terkait insiden tersebut, termasuk memanggil pemilik SPBE untuk dimintai klarifikasi.

“Yang ada di lokasi saat kejadian hanya karyawan. Kami masih mencoba memanggil pemiliknya untuk klarifikasi,” kata Abdul Harris Bobihoe.

Ia menjelaskan, berdasarkan keterangan awal saksi, sumber kebakaran berasal dari kebocoran gas saat proses pengisian.

“Sumber kebakaran menurut saksi dari kebocoran pada saat pengisian tabung besar, dari mobil ke tabung. Di situ terjadi kebocoran,” ujarnya.

Meski demikian, ia menegaskan penyebab pasti masih menunggu hasil investigasi dari pihak kepolisian.

KEBOCORAN SAAT PENGISIAN - Ningsih, karyawan sekaligus pegawai SPBE Cimuning Kota Bekasi menyebut, sebelum kebakaran disertai ledakan sempat dilaporkan ada kebocoran dan ditangani teknisi, tetapi gas kembali bocor sampai ke jalan raya. (Yusuf/TribunJakarta).
KEBOCORAN SAAT PENGISIAN - Ningsih, karyawan sekaligus pegawai SPBE Cimuning Kota Bekasi menyebut, sebelum kebakaran disertai ledakan sempat dilaporkan ada kebocoran dan ditangani teknisi, tetapi gas kembali bocor sampai ke jalan raya. (Yusuf/TribunJakarta). (Tribun Jakarta/Yusuf Bachtiar/Yusuf Bachtiar)

“Ini akan dilakukan investigasi oleh laboratorium forensik Polri. Hari ini rencananya mulai dilakukan penyelidikan,” ucapnya.

Sementara itu, warga sekitar bernama Abdul Muhi menyebut saat kejadian tidak ada aktivitas produksi di lokasi SPBE, melainkan hanya proses pengisian atau loading gas.

“Semalam itu nggak ada produksi, cuma loading dari mobil ke tabung. Jadi kebocoran,” kata Abdul Muhi.

Ia menambahkan, aktivitas pengisian gas tersebut memang kerap dilakukan pada malam hari, tergantung kedatangan mobil tangki.

“Bisa malam, tergantung datangnya mobil,” ujarnya.

Bocor Sempat Ditangani Teknisi

Ningsih, karyawan sekaligus warga yang tinggal di sekitar Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE) di Jalan Cinyosog, Mustikajaya, Kota Bekasi, mengungkap situasi mencekam sebelum kebakaran disertai ledakan terjadi.

Perempuan yang telah bekerja sekitar 15 tahun di SPBE tersebut mengatakan, tanda-tanda kebocoran gas sebenarnya sudah terdeteksi sejak sore hari.

“Kalau saya dengar, kebocoran itu sekitar jam 3 atau jam 4 sore. Sudah dilaporkan dan sempat diperbaiki,” kata Ningsih saat diwawancarai.

Menurut dia, kebocoran sempat ditangani oleh pihak teknisi dan mekanik di lokasi, bahkan proses perbaikan berlangsung hingga satu sampai dua jam.

Namun setelah itu, aktivitas di SPBE tetap berjalan seperti biasa, termasuk proses pengisian atau loading gas dari mobil tangki ke tabung penyimpanan.

“Udah dibenerin, mungkin dianggap aman, terus kerja lagi dilanjutin,” ujarnya.

Ningsih menjelaskan, aktivitas di SPBE memang berlangsung hampir setiap hari dengan ritme distribusi yang padat. 

Dalam sehari, bisa ada beberapa kali pengisian dari mobil tangki.

“Sehari bisa tiga kali tangki masuk. Harus terus diisi, nggak boleh kosong,” ungkapnya.

Bahkan, aktivitas pengisian kerap berlangsung hingga malam hari, tergantung kedatangan armada pengangkut gas dari agen.

“Kadang selesai bisa malam, jam 6 atau jam 7. Bahkan ada yang masuk lagi sekitar jam 8 malam,” katanya.

Saat malam kejadian, Ningsih menyebut kondisi SPBE sebenarnya sudah relatif sepi karena sebagian besar karyawan telah pulang.

“Udah kosong, paling tinggal OB sama satpam,” ucapnya.

Namun, sekitar pukul 20.30 WIB, situasi berubah drastis. 

Uap gas tiba-tiba keluar dalam jumlah besar hingga memenuhi area sekitar.

“Uapnya udah tinggi, keluar semua. Orang-orang langsung panik,” kata dia.

Kepulan gas tersebut bahkan menyebar ke jalanan seperti kabut tebal, disertai bau menyengat yang membuat warga sekitar berhamburan keluar rumah.

“Udah diumumin di musala, jangan ada yang di dalam rumah karena bahaya,” ujarnya.

Sebagai warga yang tinggal sangat dekat dengan lokasi, Ningsih mengaku ikut mengungsi bersama keluarganya untuk menyelamatkan diri.

Tak lama kemudian, ledakan pun terjadi disertai kobaran api besar.

Ia menyebut sedikitnya terdengar tiga kali ledakan, termasuk dari dalam area tangki penyimpanan gas berkapasitas besar.

“Ledakannya beberapa kali, besar. Dari tangki juga,” ucapnya.

Ningsih juga mengungkap dugaan awal sumber api berasal dari luar area SPBE, yakni percikan dari kendaraan yang melintas di tengah kondisi gas yang sudah menyebar.

“Katanya ada motor lewat, mungkin dari situ percikannya,” ujarnya.

Berita Lainnya

Baca juga: Kecelakaan Hari Ini di Bogor: Petaka Terobos Rel Mobil Ringsek Dihantam KRL, Sopir Mendadak Hilang

Baca juga: Aksi Maling Kabel Gardu di Cipayung Bikin Listrik Padam, Pelaku Kabur Saat Dipergoki Warga

Baca juga: UPDATE Korban Ledakan SPBE Cimuning: 17 Orang Luka Bakar, Api Lalap Rumah dan Warung Warga

Baca berita TribunJakarta.com lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks Berita

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved