Tabrakan Kereta di Bekasi

Selamat dari Maut, Desi Ceritakan Saat KRL Dihantam Kencang Argo Bromo dari Belakang

Cerita Desi Budianti (50), penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) yang berhasil selamat dari insiden kecelakaan maut di Stasiun Bekasi Timur.

Tayang: | Diperbarui:

Lampu KRL padam, Desi dan penumpang lain mulai mencari jalan keluar. Hanya satu pintu yang terbuka di gerbong lima. 

Desi duduk di kursi prioritas, agak jauh dari pintu yang terbuka. Dia langsung lari menyelamatkan diri bersama penumpang lainnya.

"Kita orang langsung pada nyari keluar. Kan ada sebagian kan gerbong itu pintunya tertutup, di gerbong lima cuma satu doang yang terbuka" ucap dia. 

Setelah berhasil keluar dari kereta, Desi dan penumpang lain baru mengetahui kondisi mengerikan terjadi di gerbong paling belakang. 

KA Argo Bromo Anggrek menabrak gerbong khusus wanita KRL Jakarta-Cikarang, bagian lokomotif kereta jarak jauh itu bahkan meringsek masuk ke dalam gerbong. 

Puing dan pecahan kaca berserakan, Desi saat itu belum langsung beranjak pergi. Dia melihat ada sejumlah penumpang kesakitan. 

Sebisanya, Desi berusaha menolong seorang wanita yang mengalami luka parah di bagian paha. 

"Ibu nolongin dua doang, orang Ibu juga gemeteran gimana melihat cewek itu pahanya semua dagingnya kelupas semua," kata Desi. 

Berdasarkan data terakhir yang dihimpun, Kecelakaan maut KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek mengakibatkan empat orang meninggal dunia serta 38 orang dilarikan ke rumah sakit. 

Proses evakuasi korban berjalan cukup panjang, petugas gabungan dari SAR, BPBD, PMI dan instansi terkait berusaha mengeluarkan korban yang terjepit di dalam gerbong kereta. 

Berita terkait

 

 

Baca berita TribunJakarta.com lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks Berita

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved