Ojol Tewas Ditabrak Rantis
'Pak Anak Saya Gak Ada Pak' Ibunda Affan Menjerit di Depan Anies Baswedan, Ayah Cuma Bisa Pasrah
'Pak Anak Saya Gak Ada Pak' Ibunda Affan Menjerit di Depan Anies Baswedan, Ayah Cuma Bisa Pasrah
TRIBUNJAKARTA.COM - Tangisan ibunda Affan Kurniawan, Erlina tak tertahankan kala Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melayat ke rumah duka di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (29/8/2025) pagi.
Affan (21) merupakan sopir ojek online (ojol) yang tewas ditabrak dan dilindas kendaraan taktis (rantis) milik brimob ketika membubarkan massa aksi di Pejompongan, Kamis malam.
Mengenakan kemeja berwarna biru gelap dan peci hitam, Anies datang ke rumah duka menemui keluarga Affan.
Terlihat jenazah Affan sudah terbujur kaku dan diselimuti kain jarik.
Dalam video yang beredar, kedatangan Anies itu langsung disambut oleh jeritan sang ibunda.
"Pak anak saya gak ada Pak, anak saya udah nggak ada ini," jerit Erlina sambil menanggis kepada Anies Baswedan.
Dalam akun instagram pribadinya, Anies turut menyuarakan keadilan atas kasus yang menewaskan Affan.
Ia pun mendesak agar Polri bisa melakukan proses hukum secara tegas dan transparan.
"Affan berkumpul dengan ribuan rakyat karena hak konstitusional mereka. Kita harus berdiri bersama mereka yang menuntut keadilan dan melindungi hak menyuarakan pendapat,"
"Kita mendesak investigasi transparan dan proses hukum tegas. Langkah Kapolri dengan permintaan maaf terbuka harus dituntaskan dengan penegakan hukum konsekuen," tulis Anies dikutip TribunJakarta.com, Jumat (29/8/2025).
Menurut Anies, aksi penyampaian aspirasi kedepan harus bisa dilakukan tanpa rasa takut.
Namun hal ini harus dibarengi dengan sikap wakil rakyat yang bisa menampung segala aspirasi tersebut.
Ia pun menyoroti sikap anggota dewan yang seolah-olah terkesan semena-mena.
"Ke depan, penyampaian aspirasi harus tetap bisa dilakukan tanpa rasa takut. Namun, bagaimana rakyat dituntut menyampaikan aspirasi dengan damai jika wakil rakyat dan penyelenggara negara berperilaku semena-mena dan berkomentar semaunya yang meremehkan akal sehat publik?
"Tuntutan penyampaian aspirasi damai harus diimbangi kesediaan mendengarkan dan mempertimbangkan aspirasi secara serius dan beradab, bukan malah meremehkan hingga memantik kemarahan dan keputusasaan publik,"
"Terima kasih kepada sesama rakyat yang saling menjaga dalam demonstrasi kemarin. Sikap rakyat ini menunjukkan kekuatan dan kedewasaan dalam berdemokrasi. Jangan ada lagi nyawa melayang saat menyampaikan aspirasi. Keadilan harus hadir sekarang, untuk Affan, keluarganya, dan masa depan demokrasi kita," tulisnya.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.