DPRD DKI Minta Pemprov Perbanyak Gerakan Pangan Murah untuk Ringankan Beban Warga
Komisi B DPRD DKI Jakarta mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI untuk memperbanyak gerakan pangan murah bagi masyarakat.
Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Rr Dewi Kartika H
Laporan wartawan TribunJakarta.com Yusuf Bachtiar
TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Komisi B DPRD DKI Jakarta mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI untuk memperbanyak gerakan pangan murah bagi masyarakat.
Langkah ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus meringankan beban warga ibu kota.
Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Nova Harivan Paloh, menyampaikan usulan tersebut dalam rapat bersama eksekutif di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (16/9/2025) lalu.
“Ke depannya Dinas KPKP dan BUMD bersinergi untuk membuat gerakan pangan murah atau bazar pangan murah di masyarakat,” ujar Nova.
Menurutnya, sinergi antara Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sektor pangan sangat dibutuhkan agar bazar pangan murah bisa menjangkau lebih luas. Program ini juga diharapkan bisa menjadi instrumen pengendalian inflasi di Jakarta.
Nova menambahkan, Komisi B menerima sejumlah aduan dari masyarakat terkait kelangkaan beras di sejumlah retail.
Ia meminta BUMD sektor pangan segera menindaklanjuti masalah tersebut.
BUMD yang bergerak di bidang ketahanan pangan antara lain PT Food Station Tjipinang Jaya, Perumda Dharma Jaya, dan Perumda Pasar Jaya.
“Yang sudah kita dapati informasi dari masyarakat ada kelangkaan stok beras di beberapa retail,” katanya.
Nova juga mengingatkan Pemprov DKI untuk memastikan ketersediaan pangan pokok tetap aman hingga momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Komoditas penting seperti beras, daging, gula, dan minyak disebut harus terus dipantau agar distribusinya berjalan lancar.
“Bagaimana stok pangan, stok daging, gula minyak itu benar-benar memenuhi kebutuhan masyarakat Jakarta,” tutur Nova.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Hasudungan A. Sidabalok, menjelaskan kebutuhan beras harian warga Jakarta mencapai 2.600 ton.
Untuk dua bulan ke depan, September hingga Oktober, kebutuhan beras diperkirakan mencapai 156.745 ton.
Namun, kata Hasudungan, hasil koordinasi dengan Bulog, Food Station, Pasar Induk Beras Cipinang, distributor, serta pedagang pasar modern menunjukkan stok beras cukup aman.
“Ketersediaan selama dua bulan ke depan 303.297 ton. Jadi memang boleh dikatakan cukup untuk beras,” tukasnya.
Baca berita TribunJakarta.com lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks Berita
| DPRD DKI Apresiasi Peran Strategis Swasta Lahirkan Atlet Futsal Dunia |
|
|---|
| 4 Fakta Mobil Dinas DKI Jakarta Terciduk Pakai Pelat Putih di Puncak, Pramono Anung Buka Suara |
|
|---|
| WFH ASN Setiap Jumat, Anggota DPRD DKI Jakarta: Jangan Dimanfaatkan Buat Long Weekend |
|
|---|
| Legislator DPRD DKI Minta Pemerintah Tangkal Pemegang Paspor Israel, Imbas Serangan ke Markas UNIFIL |
|
|---|
| Baliho Film Horor "Aku Harus Mati" Ditertibkan, Pemprov DKI: Jangan Pasang Iklan Meresahkan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/PANGAN-MURAH-D.jpg)