Tanggul Pantai Mutiara Bocor, Bun Joi PSI Sindir Pernyataan Mas Pram
Kebocoran pada Tanggul Pantai Mutiara kembali menjadi sorotan, kini dikomentari anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, Bun Joi Phiau.
Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Nur Indah Farrah Audina
TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA – Kebocoran pada Tanggul Pantai Mutiara kembali menjadi sorotan, Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, Bun Joi Phiau, angkat bicara.
Dia menyinggung pernyataan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang sebelumnya berharap tanggul tersebut tak mengalami kerusakan.
Hal ini merespons pernyataan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang menyebut, jika tanggul Pantai Mutiara jebol, Jakarta akan tenggelam hingga ke pusat kota.
Bun Joi mengatakan, pihaknya menerima laporan bahwa air laut merembes ke daratan akibat kebocoran tanggul.
Kondisi ini membuat warga sekitar resah lantaran khawatir terjadi banjir rob jika perbaikan tidak segera dilakukan.
“Kami menerima kabar bahwa Tanggul Pantai Mutiara mengalami kebocoran, sehingga air laut banyak merembes dan masuk ke daratan. Hal itu membuat banyak warga yang tinggal di sekitarnya khawatir,” ujar Bun, Senin (24/11/2025).
Ia menuturkan, setelah pengecekan ke lapangan, Dinas Sumber Daya Air (SDA) berencana memperbaiki titik kebocoran dengan meningkatkan elevasi tanggul.
Bun mendesak agar pengerjaan dilakukan cepat karena wilayah pesisir rentan terendam jika tanggul melemah.
“Kami berharap ini bisa dilakukan secepat-cepatnya agar air di pesisir tidak menjadi ancaman bagi warga,” lanjutnya.
Sindiran untuk Gubernur Pramono
Politikus PSI yang akrab disapa Koh Abun itu juga menyinggung pernyataan Pramono pada pertengahan November lalu.
Saat itu, Pramono menanggapi komentar mantan Gubernur DKI Ahok soal potensi banjir besar jika tanggul jebol.
Menurut Bun, harapan yang disampaikan Pramono harus dibarengi aksi nyata memperkuat infrastruktur tanggul.
“Kami ingat Mas Pram pernah berharap agar tanggul ini tidak bocor. Tapi kenyataannya, tanggul tersebut malah bocor dan airnya meluap ke daratan,” tegasnya.
“Artinya, harapan juga harusnya disertai kerja nyata supaya insiden seperti ini bisa dihindari," sambungnya.
Minta Material Konstruksi Lebih Kuat
Bun Joi juga mengingatkan agar renovasi tanggul tidak hanya fokus pada peninggian, tetapi juga kualitas material konstruksi. Ia menyebut tanggul harus dibangun dengan bahan terbaik agar tak cepat rusak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/ANGGOTA-DPRD-FRAKSI-PSI-F.jpg)