Fokus Arahan Rano Karno di Awal 2026, Tekankan Kewaspadaan DBD, Superflu, hingga Banjir Rob
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno memberikan sejumlah arahan di awal tahun 2026, mulai dari kewaspadaan DBD hingga banjir rob.
Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM, KEMBANGAN - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno memberikan sejumlah arahan di awal tahun 2026, mulai dari kewaspadaan terhadap demam berdarah dengue (DBD), potensi masuknya superflu, hingga penanganan banjir rob di wilayah pesisir Jakarta.
Arahan tersebut disampaikan Rano Karno saat melakukan kunjungan kerja ke Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Senin (5/1/2026).
“Alhamdulillah, di awal tahun ini saya belum berkunjung ke seluruh kantor wali kota. Jakarta Pusat sudah, Jakarta Selatan sudah, dan hari ini Jakarta Barat. Ini awal untuk saling mengenal dan membangun teamwork,” ujar Rano Karno.
Waspada DBD di Masa Pancaroba
Salah satu perhatian utama Rano adalah potensi meningkatnya kasus DBD seiring masuknya masa pancaroba usai musim hujan.
“Ini jadi warning buat kita semua. Biasanya setelah musim hujan akan muncul DBD. Jangan sampai kita lupa hal-hal dasar,” tegasnya.
Ia mengingatkan agar upaya pencegahan, termasuk peran jumantik, lebih dioptimalkan.
“Kita sudah punya tim jumantik, itu harus lebih dioptimalkan lagi,” katanya.
Antisipasi Superflu
Selain DBD, Rano juga menyinggung isu superflu yang menjadi perhatian global.
Meski belum ada laporan masuk ke Indonesia, kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan.
“Kalau flu biasa mungkin iya, tapi superflu yang dikhawatirkan itu informasinya belum masuk ke Indonesia. Namun tetap harus waspada,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya pemantauan di pintu masuk negara, khususnya bandara.
“Penyakit ini kan pendatang. Saudara-saudara kita yang bepergian ke luar negeri, saat masuk bandara harus dipantau. Ini memang kegiatan rutin, tapi kewaspadaan harus ditingkatkan,” jelasnya.
DBD dan TBC Jadi Fokus Dinkes
Saat ditanya soal arahan khusus kepada Dinas Kesehatan, Rano menegaskan DBD dan TBC menjadi perhatian serius Pemprov DKI.
“TBC di Jakarta itu nomor 8 secara nasional, termasuk tinggi. Enggak perlu ditutup-tutupi, ini harus kita kerjakan bersama-sama,” katanya.
Ia menambahkan, percepatan pemberantasan TBC juga menjadi perhatian Presiden.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/doel-main-ke-jakbar-kunjungan.jpg)