Said Didu Akui 'Menghilang' 10 Hari Usai Bertemu Prabowo, Abraham Samad Buka Isi Pertemuan
Presiden Prabowo Subianto mengundang sejumlah tokoh yang kerap mengkritisi pemerintahannya.
TRIBUNJAKARTA.COM - Presiden Prabowo Subianto mengundang sejumlah tokoh yang kerap mengkritisi pemerintahannya.
Pertemuan digelar di kediaman Prabowo di Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan, Jumat (30/1/2026).
Selama lima jam pertemuan berlangsung dan, berbagai isu dibicarakan.
Menghilang 10 Hari
Setelah pertemuan itu, salah satu tokoh kritis yang datang, Said Didu, menghilang selama 10 hari.
Sekretaris Kementerian BUMN 2005-2010 itu mengaku punya alasan mengapa tak langsung muncul di muka publik usai pertemuan.
Di program ROSI, Kompas TV yang tayang Kamis (12/2/2026) malam, Said Didu menyebut dirinya pulang kampung.
Ia sengaja "menghilang" untuk melihat reaksi publik atas pertemuan itu.
"Saya ingin menunggu reaksi publik seperti apa sebenarnya atas pertemuan ini. Karena ini kan Pak Prabowo sepertinya baru pertama kali membuka pintu untuk ketemu dengan orang yang mengkritisi pemerintahan selama ini."
"Nah, saya biarkan hampir 10 hari saya menghilang, pulang kampung," kata Said.
Said mengaku, saat menepi ke kampun halaman, ada pihak yang memintanya kembali muncul ke publik.
"Saya dihubungi untuk kembali dan saya bilang enggak nanti saya ingin menikmati kampung saya dulu itu. Nah, akhirnya baru saya muncul untuk membicarakan dengan Mbak Rosi nanti apa yang terjadi sebenarnya apa di belakang itu semua," jelasnya.
Oligarki: Kill or To Be Killed
Said mengungkap salah satu pembahasan pada pertemuan dengan Prabowo, yakni tentang oligarki.
Menurutnya, Prabowo adalah Presiden yang berani menyinggung oligarki dalam beberapa pernyataan terbukanya.
Menunjukkan pertentangan di depan publik dengan oligarki sama saja dengan pertaruhan besar, kill or to be killed.
"Bapak Presiden sekarang itu dari tujuh presiden sebelumnya baru kali ini ada presiden yang berani menyinggung oligarki baru kali ini. Dan dengan Bapak menyinggung itu, bagaikan itu, Bapak sudah masuk akan musuh akan bangkit semua."
| Dokter Tifa Tegaskan Sikapnya Tak Berubah Soal Ijazah Jokowi: Saya Bukan Barisan Pemakzulan Prabowo |
|
|---|
| Gus Miftah Klaim Hebatnya Diplomasi Prabowo soal Selat Hormuz, DJ Donny Bantah: Itu Sesat Semua |
|
|---|
| Pengamat: PKB Lebih Mudah Majukan Cak Imin Jadi Capres Ketimbang Cawapres Prabowo di Pilpres 2029 |
|
|---|
| Letkol Teddy Bilang 'Tunggu Aja', Hendri Satrio Baca 3 Faktor Presiden Reshuffle Menteri |
|
|---|
| Mahfud MD Soroti Pernyataan Saiful Mujani Soal Prabowo, Sebut Tak Bisa Dianggap Makar, Ini Alasannya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/SAID-DIDU-MENGHILANG.jpg)