Ramadan 2026

Daging Sapi Rp135 Ribu per Kg, Dharma Jaya Klaim Harga Lebih Stabil Saat Ramadan

Perumda Dharma Jaya memastikan ketersediaan stok daging sapi dan ayam dalam kondisi aman menjelang Ramadan hingga Idulfitri 2026.

Tayang:
Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Wahyu Septiana
Tribun Jakarta/Yusuf Bachtiar
JAMIN HARGA TERJANGKAU - Dirut Perumda Dharma Jaya Raditya Endra Budiman memastikan, pihaknya telah menyiapkan stok kebutuhan daging untuk Ramadan-Idulfitri serta menjamin hadirkan pilihan alternatif harga terjangkau buat warga Jakarta. Rabu (11/2/2026). 

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR – Perumda Dharma Jaya memastikan ketersediaan stok daging sapi dan ayam dalam kondisi aman menjelang Ramadan hingga Idulfitri 2026.

Direktur Utama Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman, mengatakan persiapan pasokan sudah dilakukan sejak jauh hari dengan strategi pembelian saat harga berada di titik terbaik.

“Kami sudah menyiapkan stok dari jauh-jauh hari. Ketika harga sedang bagus, kami lakukan pembelian lalu disimpan di gudang. Stok itu yang nanti kami keluarkan saat Ramadan,” kata Raditya, Rabu (11/2/2026).

Menurut dia, langkah tersebut penting agar masyarakat tetap memiliki alternatif daging dengan harga lebih stabil ketika harga di pasar mengalami kenaikan.

Raditya mengakui, peran Dharma Jaya memang tidak sepenuhnya bisa mengendalikan harga pasar karena volume yang dikelola tidak sebesar total kebutuhan Jakarta. 

Namun setidaknya, keberadaan BUMD ini menjadi pilihan bagi warga yang mencari harga lebih terjangkau.

“Kami ingin masyarakat tahu bahwa ada opsi daging dengan harga yang lebih stabil. Tujuan kami bukan mengambil untung besar, tetapi membantu menjaga keterjangkauan,” katanya.

Stok Ribuan Ton dan Tambahan Sapi Impor

Saat ini, stok daging sapi yang tersedia mencapai 1.246 ton dan daging ayam sebanyak 435 ton.

Tampak pedagang daging sapi di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (4/4/2022).
Tampak pedagang daging sapi di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur (Bima Putra/TribunJakarta.com)

Selain itu, terdapat 1.594 ekor sapi hidup yang siap dipotong sesuai kebutuhan pasar.

Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan, terutama selama Ramadan dan Idulfitri, Dharma Jaya juga menyiapkan tambahan 500 hingga 600 ekor sapi impor dari Australia yang dijadwalkan tiba pada akhir Februari.

“Kalau diperlukan, kami juga masih punya cadangan sekitar 1.000 ekor lagi untuk membantu stabilisasi harga,” ujar Raditya.

Ia menjelaskan, kebutuhan daging di Jakarta terbilang tinggi.

Dalam setahun, konsumsi daging sapi mencapai sekitar 73.100 ton, sedangkan ayam sekitar 182.230 ton.

Konsumsi daging sapi per kapita berada di kisaran 2,3 hingga 5 kilogram per orang per tahun, sementara ayam sekitar 11 kilogram per orang per tahun.

Menariknya, meski masyarakat berpuasa, permintaan daging justru cenderung meningkat saat Ramadan.

 Lonjakan tersebut terutama datang dari sektor hotel, restoran, dan kafe (horeka).

“Kalau melihat data, penggunaan terbesar ada di sektor horeka. Saat berbuka puasa restoran hampir selalu penuh, jadi kebutuhan tetap tinggi dan sudah kami antisipasi,” jelasnya.

Harga Lebih Rendah dari Pasar

Sebagai BUMD yang tidak semata berorientasi pada keuntungan, Dharma Jaya berupaya menjaga harga tetap kompetitif.

Untuk potongan paha belakang premium, misalnya, harga dijual sekitar Rp135.000 per kilogram, lebih rendah dibandingkan sejumlah kompetitor yang berada di kisaran Rp139.500 hingga Rp140.000 per kilogram.

“Untuk beberapa jenis potongan lain bahkan bisa lebih rendah lagi. Prinsipnya, kami ingin memberikan harga terbaik untuk warga Jakarta,” ucap Raditya.

Selain itu, selama Ramadan akan tersedia berbagai promo khusus yang dapat diakses melalui website resmi, Instagram, maupun marketplace Dharma Jaya.

Perkuat Cold Storage

Guna mendukung ketahanan stok, Dharma Jaya juga memperkuat infrastruktur penyimpanan.

Saat ini tersedia fasilitas cold storage berkapasitas 800 ton di Cakung, Jakarta Timur.

Ke depan, kapasitas tersebut akan ditingkatkan melalui pembangunan gudang pendingin baru dengan daya tampung hingga 5.000 ton sebagai bagian dari program jangka panjang ketahanan pangan.

Raditya menambahkan, stabilisasi pasokan dan harga dilakukan melalui koordinasi dengan dinas terkait, importir, serta pelaku usaha lainnya.

“Di bawah arahan dinas, kami terus berkoordinasi agar pasokan tetap aman dan harga bisa dikendalikan. Prinsipnya, kami siap mendukung stabilitas pangan Jakarta,” tandasnya.

Berita Terkait

Baca berita TribunJakarta.com lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks Berita

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved