Kontroversi Lapangan Padel
Lapangan Padel Fourth Wall di Cilandak Diprotes Warga, Bising dari Pagi Sampai Tengah Malam
Keberadaan lapangan padel Fourth Wall di Jalan Haji Nawi Raya, Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan, mendapat protes dari warga.
Penulis: Annas Furqon Hakim | Editor: Rr Dewi Kartika H
TRIBUNJAKARTA.COM, CILANDAK - Keberadaan lapangan padel Fourth Wall di Jalan Haji Nawi Raya, Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan, mendapat protes dari warga.
Idham, warga yang tempat tinggalnya bersebelahan persis dengan lapangan padel, mengaku kebisingan setiap harinya.
Menurut Idham, lapangan padel tersebut beroperasi selama 18 jam sejak pukul 06.00 hingga 24.00 WIB.
"Itu kita melaporkan setiap kebisingan yang ada, karena kan mereka beroperasi sejak jam 6 pagi sampai jam 12 malam ya," kata Idham di kediamannya, Kamis (19/2/2026).
Idham mengungkapkan, lapangan padel itu dibangun sejak Oktober 2025 dan rampung pada Januari 2026.
Ia menyebut tidak ada sosialiasi terkait pembangunan lapangan padel tersebut.
"Lalu di bulan Januari itu kita melihat nih, oh ternyata ini dibangun lapangan padel. Karena sebelumnya baik saya maupun Ibu maupun keluarga sama sekali tidak tahu bahwa bangunan ini adalah bangunan lapangan padel gitu. Dan tidak ada sosialisasi sama sekali gitu," ujar Idham.
Idham dan keluarga serta pemilik lapangan padel sempat melakukan pertemuan pada 31 Januari 2026.
Saat itu, ia menyampaikan dua tuntutannya yakni meminta pemilik lapangan memasang soundproofing atau peredam suara dan menghentikan sementara operasional lapangan saat pemasangan alat peredam.
"Di mana di situ tuntutan kami adalah dua. Yang pertama kita menuntut dipasangkannya soundproofing. Namun pada saat masa pemasangan itu kita juga menuntut mereka untuk berhentikan beroperasi sementara gitu sampai soundproofing itu terbuktilah gitu," ungkap Idham.
Hanya saja, Idham menyebut pemilik lapangan padel menolak memenuhi tuntutan warga untuk memasang peredam suara.
"Dari pihak padel itu menolak untuk memasang soundproofing karena mereka menurut mereka lapangan mereka sudah standar internasional dan menurut mereka itu sudah memenuhi aturan atau syarat dalam mendirikan lapangan padel," kata Idham.
BERITA TERKAIT
-
Baca juga: Atap Lapangan Padel Ambruk, DPRD DKI: Perketat Pengawasan SLF
-
Baca juga: Sudin Citata Jakbar Ungkap Hasil Penyelidikan Atap Lapangan Padel Ambruk, Beda dengan Klaim Pemilik?
Baca berita TribunJakarta.com lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks Berita
| Angggota DPRD DKI Geram, Pembangunan Lapangan Padel di Tanjung Barat Abaikan Keluhan Warga |
|
|---|
| Tak Punya Izin, Proyek Lapangan Padel di Jagakarsa Jaksel Disegel |
|
|---|
| DPRD DKI Soroti Maraknya Lapangan Padel di Permukiman, Minta Pengawasan Izin Diperketat |
|
|---|
| Pemkot Jakarta Timur Segel 8 Lapangan Padel, Ada yang Izinnya Bangun Indekos |
|
|---|
| Berdiri di Lahan RTH, Lapangan Padel di Puri Indah Jakarta Barat Akhirnya Disegel |
|
|---|