Anhar Gonggong Sebut Dwi Sasetyaningtyas 'Pintar Tapi Bodoh', Minta Kewarganegaraannya Dicabut

Politikus senior Anhar Gonggong, mengecam keras sikap tersebut dan meminta tindakan tegas dari pemerintah. 

Tayang:
YouTube Anhar Gonggong dan Instagram Dwi Sasetyaningtyas
DIKECAM - Kasus Dwi Sasetyaningtyas, alumni beasiswa LPDP yang memamerkan paspor anaknya berkewarganegaraan asing, kembali menjadi sorotan. Politikus senior Anhar Gonggong mengecam keras sikap tersebut dan meminta tindakan tegas dari pemerintah. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Kasus Dwi Sasetyaningtyas, alumni beasiswa LPDP yang memamerkan paspor anaknya yang berkewarganegaraan Inggris, kembali menjadi sorotan. 

Politikus senior Anhar Gonggong, mengecam keras sikap tersebut dan meminta tindakan tegas dari pemerintah. 

Dalam pernyataannya, Anhar menegaskan kekecewaannya. 

"Tapi yang betul-betul saya tersinggung sebagai warga negara, semacam penghinaan seakan-akan negara ini tidak punya apa-apa dibanding dengan Inggris. Karena negara ini, negara yang tidak memberikan masa depan, biar saya sendiri saja yang warga negara."

"Padahal, dia mendapatkan posisi dengan itu dengan biaya dari Republik Indonesia. Jadi terbalik pikirannya gitu sebagai dia orang pintar tapi yang bodoh. Orang pintar yang bodoh," katanya seperti dikutip dari YouTubenya yang tayang pada Rabu (25/2/2026). 

Anhar menambahkan, perilaku Dwi menunjukkan kurangnya rasa tanggung jawab sebagai warga negara.

Dia tidak sadar bahwa memperoleh kesempatan tinggal di Inggris sekarang itu karena Republik Indonesia yang memberikan biaya pada dia. Artinya apa? saya meminta pemerintah pecat aja dia sebagai warga negara. Orang seperti ini kita tidak butuhkan."

"Orang yang sok pintar, yang bahkan pintarnya tapi bodoh sebagai warga negara republik indonesia lebih baik dipecat aja lah. Memalukan malah. Betul, dalam arti kata mempermalukan kepada negara bangsa Indonesia seakan bangsa Indonesia ini tidak ada apa-apanya dibanding dengan Inggris," jelasnya. .

Sejarawan dan akademikus itu menekankan pentingnya loyalitas bagi penerima beasiswa negara:

"Saya meminta sebagai warga negara yang mencintai republik ini, minta agar supaya orang ini dipecat saja sebagai warga negara. Artinya, kewarganegaraannya sekalian dibuang aja dua-duanya suami istri. Kami tidak butuh orang ini kok sepintar apapun kami tidak butuh. Kami butuh orang-orang pintar yang pintar dan mau berbuat baik bagi bangsa dan negara apalagi kalau dia, mendapatkan posisinya itu dengan biaya negara Republik Indonesia," jelasnya. 

Sebelumnya, seorang alumnus atau penerima beasiswa LPDP, Dwi Sasetyaningtyas memicu polemik di media sosial.

Konten yang menyinggung status kewarganegaraan anaknya itu ramai diperbincangkan karena Dwi merupakan penerima beasiswa negara.

Polemik bermula dari video yang diunggah di Instagram dan Threads miliknya.

Dalam video tersebut, Dwi memperlihatkan surat dari otoritas Inggris terkait kewarganegaraan anak keduanya yang resmi menjadi British citizen.

“I know the world seems unfair. Tapi cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan. Kita usahakan anak-anak dengan paspor kuat WNA itu,” ujarnya dalam unggahan tersebut.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved