Kontroversi Lapangan Padel

Lapangan Padel Fourthwall di Cilandak Kini Disegel Permanen Usai Diprotes Warga

Lapangan padel Fourthwall di Jalan Haji Nawi, Cilandak, Jakarta Selatan, akhirnya disegel pada Selasa (3/3/2026). Lapangan itu sempat diprotes warga.

|

Ringkasan Berita:
  • Lapangan padel Fourthwall Padel di Jalan Haji Nawi, Cilandak, disegel Sudin Citata Jakarta Selatan karena tidak memiliki izin operasional meski sudah beroperasi.
  • Sejak dibangun Oktober 2025, lapangan beroperasi 06.00–24.00 WIB dan dikeluhkan warga sekitar karena menimbulkan kebisingan serta tidak ada sosialisasi sebelumnya.
  • Warga meminta pemasangan peredam suara dan penghentian sementara operasional

 

TRIBUNJAKARTA.COM, CILANDAK - Lapangan padel Fourthwall di Jalan Haji Nawi, Cilandak, Jakarta Selatan, akhirnya disegel pada Selasa (3/3/2026) kemarin.

Lapangan padel tersebut tersebut sebelumnya diprotes sejumlah warga karena dianggap sering menimbulkan kebisingan.

Kepala Suku Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan (Kasudin Citata) Jakarta Selatan, Andy Lazuardi, penyegelan dilakukan karena lapangan padel itu tidak memiliki izin.

"Bangunan ini tidak ada izin, kemudian dia beroperasional. Makanya kita lakukan segel," kata Andy, Rabu (4/3/2026).

LAPANGAN PADEL DISEGEL - Lapangan padel Fourthwall di Jalan Haji Nawi, Cilandak, Jakarta Selatan, disegel pada Selasa (3/3/2026) kemarin.
LAPANGAN PADEL DISEGEL - Lapangan padel Fourthwall di Jalan Haji Nawi, Cilandak, Jakarta Selatan, disegel pada Selasa (3/3/2026) kemarin. (Istimewa)

Andy menjelaskan, pihaknya sudah lebih dulu melayangkan Surat Peringatan 1 (SP2), SP2, dan SP3 sebelum melakukan penyegelan secara permanen.

Bahkan, lapangan padel tersebut sudah pernah disegel sementara pada November 2025 lalu.

"Segala tindakan yang kami ambil didasarkan pada peraturan yang berlaku," ujar Andy.

Sebelumnya, keberadaan lapangan padel Fourth Wall di Jalan Haji Nawi Raya, Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan, mendapat protes dari warga.

Idham, warga yang tempat tinggalnya bersebelahan persis dengan lapangan padel, mengaku kebisingan setiap harinya.

Menurut Idham, lapangan padel tersebut beroperasi selama 18 jam sejak pukul 06.00 hingga 24.00 WIB.

"Itu kita melaporkan setiap kebisingan yang ada, karena kan mereka beroperasi sejak jam 6 pagi sampai jam 12 malam ya," kata Idham di kediamannya, Kamis (19/2/2026).

Idham mengungkapkan, lapangan padel itu dibangun sejak Oktober 2025 dan rampung pada Januari 2026.

Ia menyebut tidak ada sosialiasi terkait pembangunan lapangan padel tersebut.

"Lalu di bulan Januari itu kita melihat nih, oh ternyata ini dibangun lapangan padel. Karena sebelumnya baik saya maupun Ibu maupun keluarga sama sekali tidak tahu bahwa bangunan ini adalah bangunan lapangan padel gitu. Dan tidak ada sosialisasi sama sekali gitu," ujar Idham.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved