Ramadan 2026

Jelang Idulfitri, DPRD DKI Ingatkan Ancaman Kenaikan Harga akibat Konflik Timur Tengah

DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI meminta Pemprov DKI Jakarta memperbanyak penyelenggaraan pasar murah hingga ke tingkat kelurahan.

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Rr Dewi Kartika H
Tribun Jakarta/Yusuf Bachtiar/Yusuf Bachtiar
Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, Josephine Simanjuntak, meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperbanyak penyelenggaraan pasar murah hingga ke tingkat kelurahan. 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, Josephine Simanjuntak, meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperbanyak penyelenggaraan pasar murah hingga ke tingkat kelurahan.

Menurut dia, langkah tersebut penting untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok menjelang Lebaran.

“Menjelang hari raya, Pemprov DKI perlu mengadakan lebih banyak pasar murah untuk memenuhi kebutuhan warga,” kata Josephine, Rabu (4/3/2026).

Ia menilai, keberadaan pasar murah menjadi solusi strategis untuk menyediakan bahan pangan dengan harga terjangkau, terutama di tengah dinamika ekonomi yang berpotensi memicu kenaikan harga.

Josephine mengatakan, potensi inflasi menjelang Lebaran bukan hal baru. Karena itu, pemerintah daerah perlu melakukan langkah antisipatif agar lonjakan harga bahan pokok tidak semakin membebani masyarakat.

“Biasanya mendekati Lebaran ada kecenderungan inflasi. Maka harus ada upaya konkret untuk memastikan bahan pangan tetap terjangkau, apalagi kebutuhan warga pasti meningkat untuk persiapan perayaan,” jelasnya.

Ia juga menyoroti kemungkinan kenaikan harga kebutuhan pokok yang dipengaruhi fluktuasi harga minyak dunia akibat konflik di Timur Tengah.

Kondisi tersebut, kata dia, dapat berdampak pada harga distribusi barang di dalam negeri.

Karena itu, Josephine mendorong Pemprov DKI bertindak cepat agar kenaikan harga tidak semakin tajam.

"Ini juga perlu dilakukan oleh Pemprov (Pemerintah Provinsi) DKI untuk mengantisipasi terjadinya kenaikan harga-harga barang kebutuhan pokok lebih yang tajam lagi karena perubahan harga minyak akibat konflik di Timur Tengah," sambungnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Jakarta Utara bersama BUMD Pangan telah menggelar pasar murah dan Bazaar Ramadan. 

Josephine mengapresiasi langkah tersebut dan berharap program serupa dapat diperluas ke wilayah lain di Jakarta.

“Kami mengapresiasi pelaksanaan pasar murah dan Bazaar Ramadan di Jakarta Utara. Harapannya, kegiatan seperti ini bisa dilakukan juga di kota-kota lainnya,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia meminta agar program pasar murah dilaksanakan secara merata hingga tingkat kelurahan, sehingga seluruh warga Jakarta dapat merasakan manfaatnya.

“Pelaksanaannya harus merata sampai ke tingkat kelurahan, supaya warga di setiap wilayah bisa terjangkau program ini,” pungkasnya.

Baca berita TribunJakarta.com lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks Berita

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved