Kasus Campak Perlu Diantisipasi Jelang Lebaran, DPRD DKI Minta Edukasi Vaksin Diperluas
Ia menilai imbauan dari Kementerian Kesehatan perlu ditindaklanjuti dengan langkah antisipatif, terutama menjelang Lebaran.
Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Satrio Sarwo Trengginas
TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Sekretaris Komisi E DPRD DKI Jakarta Justin Adrian Untayana meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran campak.
Ia menilai imbauan dari Kementerian Kesehatan perlu ditindaklanjuti dengan langkah antisipatif, terutama menjelang Lebaran.
“Kita tentu perlu menanggapi imbauan dari Kementerian Kesehatan ini dengan serius. Campak adalah penyakit yang sangat mudah menular, terutama melalui percikan droplet saat batuk, bersin, atau melalui kontak dekat,” kata Justin, Sabtu (14/3/2026).
Justin menjelaskan, risiko penularan penyakit ini bisa meningkat karena mobilitas masyarakat yang biasanya melonjak saat menjelang Hari Raya.
Intensitas pertemuan keluarga dan kerabat juga jauh lebih tinggi dibanding hari biasa.
“Menjelang Lebaran, mobilitas masyarakat meningkat dan interaksi antar keluarga juga jauh lebih intens dibanding hari biasa,” ujarnya.
Menurutnya, situasi tersebut secara epidemiologis berpotensi meningkatkan risiko penularan campak. Terlebih bagi anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi secara lengkap.
“Kondisi ini secara epidemiologis memang berpotensi meningkatkan risiko penularan, terutama pada anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap,” ucapnya.
Justin meminta Dinas Kesehatan DKI Jakarta mulai mengambil langkah pencegahan dari sekarang. Salah satunya dengan memastikan cakupan imunisasi campak dan MR pada anak-anak tetap tinggi.
“Pemprov DKI melalui Dinas Kesehatan perlu memastikan cakupan imunisasi campak dan MR pada anak-anak tetap tinggi,” tuturnya.
Ia menambahkan, fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan posyandu perlu dioptimalkan untuk melakukan pengecekan status imunisasi anak.
Langkah ini penting untuk memastikan tidak ada anak yang terlewat dari program vaksinasi.
“Puskesmas, posyandu, dan fasilitas kesehatan lainnya perlu dioptimalkan untuk melakukan pengecekan status imunisasi anak,” katanya.
Selain itu, Justin juga meminta sistem surveilans kesehatan diperkuat. Menurutnya, respons cepat sangat diperlukan apabila ditemukan kasus suspek campak di masyarakat.
“Surveilans dan respons cepat harus diperkuat agar jika ditemukan kasus suspek, penanganan bisa segera dilakukan sebelum penyebaran lebih luas,” jelasnya.
| Marak Premanisme di Jakarta, Legislator PSI Sindir Pramono Anung "Gubernur Lembek" |
|
|---|
| 7.911 Pendatang Baru Serbu Jakarta Usai Lebaran 2026, Mayoritas Usia Produktif |
|
|---|
| Disebut Kemenkes Menitipkan Bayi ke Perawat RSHS Bandung, Nina Saleha Tegas: Memutarbalikkan |
|
|---|
| Warga Jakarta Sambut Positif Lebaran Betawi, Tapi Keluhkan Kurangnya Informasi Acara |
|
|---|
| Hari Terakhir Lebaran Betawi, Cocok Jadi Pilihan Wisata Murah Meriah di Jakarta Akhir Pekan Ini |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/USUL-GAJI-NAKES-Sekretaris-Komisi-E-DPRD-DKI-Jakarta-Justin-Adrian-Untayana.jpg)