DPRD DKI Jakarta Mendukung Program Bedah Rumah
Program bedah rumah oleh Pemprov DKI Jakarta mendapat dukungan penuh dari DPRD
TRIBUNJAKARTA.COM - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Ima Mahdiah (tengah) didampingi Ketua Komisi D Yuke Yurike (kiri) dan Anggota Komisi B Wa Ode Herlina (kanan) penyerah kunci hunian secara simbolis kepada warga penerima Program bedah rumah di Jalan Serdang Baru, RT 007/RW 005, Serdang, Kemayoran, Jakarta Pusat.
Program bedah rumah oleh Pemprov DKI Jakarta mendapat dukungan penuh dari DPRD. Program tersebut merupakan langkah konkret meningkatkan kualitas hunian masyarakat. Membantu warga kurang mampu agar dapat tinggal di rumah yang lebih layak, sehat, dan aman.
DPRD DKI Jakarta mendorong agar Program bedah rumah terlaksana secara berkelanjutan dan tepat sasaran. Dengan demikian, masyarakat yang membutuhkan mendapatkan manfaat nyata.
Dukungan itu juga memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan berbagai pihak dalam mempercepat penanganan rumah tidak layak huni.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Wakil Ketua DPRD Ima Mahdiah, Ketua Komisi D Yuke Yurike, dan Anggota Komisi B Wa Ode Herlina menghadiri penyerahkan kunci hunian secara simbolis kepada warga penerima Program bedah rumah.
Kegiatan itu berlangsung di Jalan Serdang Baru, RT 007/RW 005, Serdang, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (16/3).
Program itu merupakan kolaborasi Pemprov DKI Jakarta dengan Baznas (Bazis) DKI Jakarta untuk menghadirkan hunian yang layak dan aman bagi masyarakat.
Ima Mahdiah mengapresiasi berbagai pihak yang terlibat dalam program tersebut. Mulai dari masyarakat, BUMD, BUMN, hingga sektor swasta.
Menurut dia, Program bedah rumah harus menjangkau seluruh masyarakat. Tanpa memandang latar belakang agama. Sehingga nilai toleransi di Jakarta semakin kuat.
"Program bedah rumah ini harus mencakup semua agama. Semua harus mendapatkan kesempatan yang sama," ujar Ima.
Program itu memperbaiki kondisi fisik rumah dan menanamkan nilai kebersamaan di tengah masyarakat. "Ketika membantu sesama, kita tidak melihat latar belakang apa pun," tambah dia.
Ima memastikan, tidak ada pungutan biaya dalam proses pengerjaan bedah rumah. Warga yang butuh bantuan serupa, segera koordinasi dengan perangkat wilayah setempat agar dapat terverifikasi oleh Baznas (Bazis).
"Jika memang membutuhkan dan memenuhi kriteria, warga bisa mengajukan melalui wilayah setempat," kata Ima.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Pramono Anung mengatakan, Program bedah rumah merupakan bagian dari komitmen membangun Jakarta sebagai kota yang inklusif dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat.
"Program bedah rumah ini secara resmi saya resmikan," ujar Pramono.
| Pansus DPRD DKI Jakarta Bentuk Satgas Sisir Data Pengembang Belum Serahkan Fasos - Fasum |
|
|---|
| Slogan 'Buang Sampah Pada Tempatnya' Tidak Lagi Relevan di Jakarta |
|
|---|
| Pansus DPRD DKI Jakarta: Gerakan Pilah Sampah Butuh Dukungan Anggaran |
|
|---|
| Komisi B Desak Pembenahan Pengelolaan Perparkiran di Jakarta, Dorong Revisi Pergub Baru |
|
|---|
| Jakarta Darurat Sampah, Politikus PDIP Lantang di Rapat Pansus: Aturan yang Ada Tidak Berdaya Guna |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/DPRD-DKI-Jakarta-Mendukung-Program-Bedah-Rumah.jpg)