Panas Ekstrem di Jakarta, Damkar Ingatkan Warga Risiko Kebakaran
Damkar Jakarta Timur mengimbau warga mewaspadai potensi kebakaran di tengah meningkatnya suhu panas, Kamis (19/3/2026).
Penulis: Bima Putra | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Ringkasan Berita:
- Sudin Gulkarmat Jakarta Timur mengimbau warga waspada potensi kebakaran akibat meningkatnya suhu panas, terutama pada bahan mudah terbakar seperti kayu kering dan dedaunan.
- Warga diminta tidak menaruh benda mudah terbakar di bawah terik matahari langsung serta memastikan lingkungan aman dari pemicu api.
- Saat momen mudik Idulfitri, warga juga diingatkan bijak menggunakan listrik dan memastikan instalasi aman sebelum meninggalkan rumah.
TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur mengimbau warga mewaspadai potensi kebakaran di tengah meningkatnya suhu panas.
Pasalnya salah satu faktor yang menimbulkan api adalah panas, sehingga ketika suhu panas meningkat dan terdapat material mudah terbakar maka berisiko memicu kebakaran.
"Ketika panas tinggi dan benda-benda di sekitarnya itu titik bakarnya rendah, maka itu sudah bisa memicu kebakaran," kata Kasi Ops Sudin Gulkarmat Jakarta Timur, Abdul Wahid, Kamis (19/3/2026).
Jajaran Damkar Jakarta Timur mencontohkan bahan bakar, dedaunan, hingga kayu kering yang terpapar suhu panas tinggi dalam waktu lama berisiko tinggi terbakar.
Untuk mencegah hal tersebut, warga diimbau menempatkan barang-barang mudah terbakar di tempat aman yang terhindar dari paparan terik matahari secara langsung.
"Jangan meletakkan benda-benda yang mudah terbakar di luar yang kena terik langsung matahari sehingga itu bisa memicu. Kita tidak ingin hal itu terjadi," ujar Wahid.
Terlebih saat momen mudik Idulfitri seperti sekarang banyak warga meninggalkan rumahnya dalam keadaan kosong, sehingga upaya pencegahan harus diperhatikan.
Damkar Jakarta Timur mengimbau warga mewaspadai potensi kebakaran dengan tidak menggunakan perangkat elektronik secara berlebihan, dan menggunakan instalasi listrik sesuai standar.
"Jangan lupa bahwa penggunaan arus listrik eh harus bijak, harus bijak penggunaan arus listrik jangan berlebihan. Karena ketika terjadi pemicu kebakaran itu kerugiannya luar biasa," tuturnya.
BERITA TERKAIT
- Baca juga: Korban Kebakaran di Jatinegara Dirawat di RSUP Persahabatan
- Baca juga: Damkar Jakarta Timur Ingatkan Potensi Kebakaran Saat Rumah Ditinggal Mudik
- Baca juga: Foto Kebakaran Tumpukan Pipa dan Kabel di Kramat Jati, Asap Hitam Membubung
Baca berita TribunJakarta.com lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks Berita
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/RISIKO-KEBAKARAN-Kasi-Ops-Sudin-Gulkarmat-Jakarta-Timur-Abdul-Wahid.jpg)