Idulfitri 2026

Kenneth DPRD DKI: Jakarta Kota Terbuka bagi Pendatang, Tapi Harus Punya Keahlian dan Tujuan Jelas

Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PDIP, Hardiyanto Kenneth menekankan pentingnya kesiapan setiap pendatang yang ingin mengadu nasib di Ibu Kota.

TribunJakarta.com/Elga Hikari Putra/Elga Hikari Putra
INGATKAN PENDATANG. Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth mengingatkan para perantau yang ingin adu nasib ke Jakarta seusai Lebaran. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Di balik tradisi mudik Lebaran Idulfitri, terselip fenomena tahunan yakni bertambahnya pendatang baru ke Jakarta saat arus balik. 

Jakarta memang kota terbuka, tetapi tidak untuk mereka yang datang tanpa arah agar tidak berujung menjadi beban sosial.

Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth menegaskan, fenomena kedatangan pendatang baru ke Ibu Kota merupakan hal yang tidak dapat dihindari. 

Sebagai pusat ekonomi nasional, Jakarta selama ini menjadi magnet peluang sekaligus harapan bagi masyarakat dari berbagai daerah.

Kesiapan Adu Nasib di Jakarta

Namun demikian, ia mengingatkan,  keterbukaan Jakarta tidak berarti tanpa batas dan tanpa arah. 

Kenneth menekankan pentingnya kesiapan bagi setiap pendatang yang ingin mengadu nasib di Ibu Kota Jakarta.

"Pendatang baru harus benar-benar mempersiapkan diri dengan baik. Bekal utama yang harus dimiliki adalah keahlian, kompetensi, serta tujuan yang jelas," ujar Kenneth, Sabtu (21/3/2026).

Tak Cukup Modal Nekat

Kenneth mengingatkan datang ke Jakarta tidak cukup hanya bermodal nekat. 

Para pendatang diharapkan memiliki rencana yang matang serta niat untuk berkontribusi secara produktif, bukan sekadar mencoba peruntungan.

Lebih lanjut, Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta itu mendorong agar para pendatang juga membawa semangat investasi, sekecil apa pun bentuknya. 

Ia menilai langkah tersebut dapat menjadi kontribusi nyata dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

"Kalau bisa, datang ke Jakarta itu sekaligus membawa semangat untuk berusaha. Misalnya dengan membuka usaha mandiri, memberdayakan UMKM, atau bahkan menciptakan lapangan kerja. Hal tersebut akan sangat membantu perekonomian sekaligus mendukung program Pemerintah Jakarta," jelas Ketua IKAL (Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas RI) PPRA Angkatan LXII itu.

Jangan Jadi Beban Jakarta

Di sisi lain, Kenneth juga menyoroti potensi persoalan sosial yang dapat timbul apabila urbanisasi tidak diiringi kesiapan. 

Ia mengingatkan agar para pendatang ini tidak justru menjadi beban bagi kota Jakarta.

"Saya tidak ingin melihat pendatang yang akhirnya menjadi Pak Ogah, manusia gerobak, atau bahkan terjerumus ke dalam tindakan kriminal. 

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved