Zebra Cross 'Hilang' di Jaksel Sempat Dilaporkan Warga, Tapi Tak Kunjung Ditindaklanjuti
Ketiadaan zebra cross Jalan Prof. DR. Soepomo, Jakarta Selatan sudah dilaporkan warga kepada petugas terkait tapi tak kunjung ditindaklanjuti.
Penulis: Bima Putra | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Ringkasan Berita:
- Zebra cross di Jalan Prof. DR. Soepomo hilang sejak sekitar enam bulan lalu usai perbaikan jalan, meski sebelumnya sudah dilaporkan oleh pengurus GPIB Bukit Moria.
- Kondisi ini membahayakan pejalan kaki, terutama jemaat gereja dan kelompok rentan, karena tidak ada rambu maupun fasilitas penyeberangan yang memadai di lokasi.
- Relawan akhirnya membuat zebra cross secara mandiri, sementara warga berharap Pemprov DKI menambah rambu dan fasilitas keselamatan untuk meningkatkan keamanan.
TRIBUNJAKARTA.COM, TEBET - Ketiadaan zebra cross pada ruas Jalan Prof. DR. Soepomo, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan sudah sempat dilaporkan warga kepada petugas terkait.
Menurut pengurus GPIB Bukit Moria, jauh sebelum kondisi ini viral di media sosial pihak pengurus telah melaporkannya ke petugas karena lokasi zebra cross tepat di depan gereja dan dibutuhkan jemaat.
Anggota Majelis GPIB Bukit Moria, Hasiholan (55) mengatakan pihaknya sempat menyampaikan kondisi ke petugas terkait dan meminta pembangunan zebra cross dapat dilakukan.
"Kita pernah pengajuan ke mereka (petugas terkait), cuma katanya belum ada, nanti. Zebra cross ini (hilangnya) sudah lama, ada enam bulan," kata Hasiholan, Jumat (27/3/2026).
Garis zebra cross di depan GPIB Bukit Moria tersebut hilang setelah jajaran Dinas Bina Marga DKI Jakarta melakukan perbaikan Jalan Prof. DR. Soepomo yang sempat rusak.
Sementara zebra cross dibutuhkan jemaat maupun warga untuk menunjang mobilitas mereka, mengingat di sekitar lokasi tidak terdapat rambu ataupun lampu penyeberangan jalan.
Atas hal tersebut, pengurus GPIB Bukit Moria menyampaikan apresiasi terhadap sejumlah relawan yang sudah membuat zebra cross secara mandiri pada Jalan Prof. DR. Soepomo.
"Ternyata di luar anggota jemaat kita ada yang mereka dari masyarakat merasa prihatin, peduli lah, akhirnya dibikin (zebra cross). Menurut saya sekarang jadi bagus," ujar Hasiholan.
Hasiholan berharap nantinya Pemprov DKI Jakarta juga dapat menambah rambu terkait untuk menandakan jalur zebra cross, sehingga keamanan pejalan kaki dapat lebih terjaga.
Pasalnya jarak antara titik zebra cross di depan GPIB Bukit Moria dengan jembatan penyeberangan orang (JPO) terpaut cukup jauh yakni sekitar 150 meter, sehingga menyulitkan untuk diakses.
Khususnya bagi pejalan kaki kelompok rentan seperti warga lanjut usia (Lansia), ibu hamil, dan penyandang disabilitas saat hendak menyeberang di ruas Jalan Prof. DR. Soepomo.
"Enggak ada rambunya, itu yang kurang rambunya. Minimal kalau nggak ada lampu kelap-kelip (kuning). Kan membantu pengendara juga untuk tahu bahwa ini tempat penyeberangan," tutur Hasiholan.
Sebelumnya sebuah video merekam kondisi zebra cross di Jalan Prof. DR. Soepomo, Tebet, Jakarta Selatan yang tidak utuh sehingga membahayakan pejalan kaki viral.
Dalam video tampak zebra cross hanya terdapat pada ruas Jalan Prof. DR. Soepomo dari arah Pasar Minggu ke Tebet, sementara dari arah sebaliknya tidak terdapat zebra cross.